Kemendagri Terbitkan Surat Edaran, ASN Boleh WFH 50 Persen Hingga 13 Mei 2022

Hal ini dilakukan sebagai upaya mengurangi kepadatan arus balik Lebaran, sekaligus mencegah terjadinya pertambahan penyebaran Covid-19.

Editor: Yaspen Martinus
ilustrasi
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendagri Selama Masa Arus Balik Idulfitri 1443 H. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendagri Selama Masa Arus Balik Idulfitri 1443 H.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mengurangi kepadatan arus balik Lebaran, sekaligus mencegah terjadinya pertambahan penyebaran Covid-19.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memerintahkan seluruh pimpinan komponen lingkup Kemendagri dan BNPP, mengatur penerapan kebijakan (working from home/WFH) tersebut di lingkungan unit kerja masing-masing.

Baca juga: Arus Mudik dan Balik Lebaran Berakhir, Menhub Minta Maaf Belum Bisa Penuhi Harapan Semua Pihak

Mendagri mengatakan, dirinya mendukung usulan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait penerapan kebijakan WFH tersebut.

“Kita mendukung saran Kapolri untuk mengurangi beban lalu lintas arus balik menuju Jabodetabek, maka Kemendagri dan BNPP boleh WFH 50 persen,” ujar Mendagri, Minggu (8/5/2022).

Bunyi poin 1 huruf a dalam SE Nomor 440/2420/SJ tanggal 8 Mei 2022, menetapkan 50 persen ASN melaksanakan tugas kedinasan dari rumah (working from home/WFH) dan 50 persen dari kantor (working from office/WFO) mulai 9 Mei hingga 13 Mei 2022.

Baca juga: Akhiri Rekayasa Lalu Lintas One Way di Tol Kalikangkung-Cikampek, Kakorlantas Polri: Operasi Sukses

SE yang ditandatangani Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro itu menekankan, pelaksanaan WFH tetap memperhatikan dan tidak mengganggu kelancaran tugas-tugas kedinasan dan penyelenggaraan pelayanan pemerintahan.

Seluruh ASN yang melaksanakan WFH juga diminta mengisi daftar presensi melalui Mobile Simpeg, dan menyampaikan hasil pelaksanaan pekerjaan melalui aplikasi Sikerja.

“Bagi ASN yang sedang mudik/cuti atau tidak berada di posisi koordinat rumah tinggal terdaftar."

Baca juga: Tanpa One Way dan Contra Flow, Polisi Bilang Kalikangkung-Cikampek Bisa Ditempuh 5 Jam 40 Menit

"Maka dapat menginformasikan kepada pengelola kepegawaian masing-masing,” bunyi SE yang ditujukan kepada seluruh pimpinan Unit Kerja Eselon (UKE) I dan II di lingkungan Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) tersebut.

Sementara, pelaksanaan WFO diprioritaskan bagi ASN yang telah mendapatkan booster vaksin Covid-19.

Pelaksanaan WFO juga mesti dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat, sebagaimana dimaksud dalam SE Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 17 Tahun 2021 dan SE Menteri PANRB Nomor 21/2021. (Larasati Dyah Utami)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved