Selasa, 14 April 2026

Sebut Penutup Kepala Ala Manusia Gurun, Rektor ITK Didesak Minta Maaf

Budi dianggap diskriminatif dan rasis, lantaran menyebut penutup kepala manusia gurun, dalam postingannya di Facebook.

itk.ac.id
Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Profesor Budi Santosa Purwokartiko menjadi viral di media sosial. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Profesor Budi Santosa Purwokartiko menjadi viral di media sosial.

Budi dianggap diskriminatif dan rasis, lantaran menyebut penutup kepala manusia gurun, dalam postingannya di Facebook.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mendesak Budi mencabut pernyataannya dan meminta maaf.

Baca juga: Mahfud MD Nilai KPK Era Firli Bahuri Lebih Bagus dari Sebelumnya, Boyamin Saiman: Tetap Jelek

Sebab pernyataan tersebut dinilai tidak mencerminkan seorang rektor.

"Minta Pak Rektor cabut dan minta maaf karena bisa memecah belah anak bangsa," kata Yandri kepada wartawan, Minggu (1/5/2022).

Legislator PAN itu pun meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencopot Budi Santosa dari jabatan rektor.

Baca juga: Izin Pakai JIS untuk Hari Buruh Tak Dijawab Anies, Said Iqbal: Jangan Pencitraan, Itu Uang Rakyat

Menurut Yandri, pernyataan Budi itu bisa memupuk kebencian dan berbau SARA.

"Bisa juga peserta seleksi beasiswa LPDP melaporkan ke polisi dengan perbuatan tidak menyenangkan," tuturnya.

Berikut ini tulisan Rektor ITK Prof Budi Santosa Purwokartiko yang menjadi viral dan dianggap diskriminatif oleh netizen:

Baca juga: Presiden Ukraina Minta Dibantu Persenjataan, Jokowi: Indonesia Siap Berikan Bantuan Kemanusiaan

Saya berkesempatan mewawancara beberapa mahasiswa yang ikut mobilitas mahasiswa ke luar negeri.

Program Dikti yang dibiayai LPDP ini banyak mendapat perhatian dari para mahasiswa.

Mereka adalah anak-anak pinter yang punya kemampuan luar biasa. Jika diplot dalam distribusi normal, mereka mungkin termasuk 2,5 persen sisi kanan populasi mahasiswa.

Tidak satu pun saya mendapatkan mereka ini hobi demo. Yang ada adalah mahasiswa dengan IP yang luar biasa tinggi di atas 3.5 bahkan beberapa 3.8, dan 3.9.

Bahasa Inggris mereka cas cis cus dengan nilai IELTS 8, 8.5, bahkan 9.

Duolingo bisa mencapai 140, 145, bahkan ada yang 150 (padahal syarat minimum 100). Luar biasa. Mereka juga aktif di organisasi kemahasiswaan (profesional), sosial kemasyarakatan, dan asisten lab atau asisten dosen.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved