Terorisme

Teroris ISIS asal Inggris yang juga Bunuh Jurnalis, Divonis Penjara Seumur Hidup oleh Pengadilan AS

Ia divonis penjara seumur hidup setelah mengakui perannya dalam pembunuhan empat warga AS di Suriah.

dailymail.co.uk
Alexanda Amon Kotey, 38, berasal dari Paddington, London, adalah salah satu dari empat militan Negara Islam yang dijuluki The Beatles oleh tawanan mereka karena aksen Inggris mereka. Dia dihukum karena penculikan dan pembunuhan jurnalis Amerika James Foley, bersama dengan tiga orang Amerika lainnya di Suriah 

WARTAKOTALIVE.COM -- Seorang anggota kelompok teroris Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) yang dikenal sebagai The Beatles karena aksen dan logat Inggrisnya, divonis hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Distrik Amerika Serikat (AS) di Alexandria, Kota Virginia, Jumat (29/4/2022).

Terpidana terorisme itu adalah Alexanda Amon Kotey (38) yang berasal dari Paddington, London, Inggris.

Ia divonis penjara seumur hidup setelah mengakui perannya dalam pembunuhan empat warga AS di Suriah.

Dimana salah satu korbannya adalah seorang jurnalis Amerika James Foley.

Alexanda Amon Kotey sama sekali tidak menunjukkan emosi apapun ketika Hakim Thomas Selby Ellis menyampaikan putusannya di Pengadilan Distrik Alexandria di Virginia Jumat.

ia tampak sangat tenang dan seperti tidak menyesali perbuatannya.

Baca juga: Ini Peran Lima Teroris Pendukung ISIS yang Diciduk Densus 88, Ada Perempuan Bekas Napiter

Saat itu seluruh anggota keluarga dari korbannya turut menyaksikan.

Kotey diberi hukuman penjara seumur hidup untuk masing-masing dari delapan dakwaan yang dia akui bersalah, dan akan dijalankan secara bersamaan.

Baca juga: Sebelum Diciduk Densus 88, Lima Teroris Pendukung ISIS Sebar Poster Teror untuk Picu Gerakan Jihad

Hakim Ellis menggambarkan kejahatannya sebagai sebuah perbuatan keji, kekerasan dan tidak manusiawi.

Berbicara tentang korban Kotey, Hakim Ellis mengatakan mereka korban kejahatan serius, karena sempat disandera dan disiksa.

"Ini bukan tawanan perang, ini bukan tentara di lapanga. Mereka adalah tentara untuk selamanya. Jadi Anda mendapatkan hukuman seumur hidup," kata Ellis kepada Kotey.

Para pakar hukum menyebutkan kejahatan yang dilakukan Kotey adalah kejahatan paling serius yang dapat dilakukan.

Baca juga: Densus 88 Sita Buku, Sangkur, dan Topi dari Rumah Terduga Teroris Jaringan ISIS di Tangsel

Pengadilan mendengar 13 pernyataan soal dampak dari anggota keluarga korban.

Termasuk kesaksian orang-orang dari kemanusiaan Inggris yakni Alan Henning dan David Haines.

"Kita semua telah menyaksikan hal sangat mengharukan, pernyataan menyayat hati dari keluarga korban," kata Ellis yang terdengar emosional.

Baca juga: Kadensus 88: Meski Kehilangan Teritori, ISIS Masih Eksis Secara Ideologi dan Spirit

'"ni harus menjadi pengingat tentang apa yang kita ketahui tentang para sandera. Negara-negara merayakan pahlawan dan kita harus merayakan orang-orang yang menunjukkan keberanian, tujuan dan kasih sayang di bawah keadaan yang paling sulit," katanya.

"Korban penyanderaan oleh ISIS tidak dapat disangkal lagi adalah pahlawan," tambah Hakim Ellis.

Sumber: Dailymail.co.uk

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved