Jumat, 15 Mei 2026

Perang Rusia Ukraina

RUSIA Ancam NATO akan Perang Nuklir

Lavrov menuduh para pemimpin barat mempertaruhkan perang dunia ketiga dengan memasok senjata berat ke Ukraina

Tayang:
dailymail.co.uk
Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia, telah memperingatkan bahwa NATO sekarang sedang berperang proksi melawan Moskow dan ada risiko 'sangat signifikan' konflik itu akan berubah menjadi nuklir. 

"Selama Krisis Rudal Kuba tidak ada banyak aturan 'tertulis'. Tapi aturan perilakunya cukup jelas," kata dia.

"Moskow mengerti bagaimana Washington berperilaku. Washington mengerti bagaimana Moskow berperilaku. Sekarang hanya ada beberapa aturan yang tersisa," tambahnya.

"Pada tahun-tahun itu, ada saluran komunikasi yang dipercaya oleh kedua pemimpin. Sekarang tidak ada saluran seperti itu. Tidak ada yang mencoba untuk menciptakannya," papar Lavrov.

Baca juga: Minyak Goreng Mulai Langka di Inggris akibat Perang Rusia-Ukraina, Pembelian Dibatasi

Karena itulah kata dia, ancaman perang nuklir disebutnya sangat nyata.

Amerika kata dia memang mendirikan 'garis dekonfliksi' ke Moskow pada hari-hari awal perang Ukraina.

Tetapi mengatakan pihak Rusia berhenti menjawab.

Lavrov juga mengulangi peringatan bahwa pengiriman senjata barat ke Ukraina akan dianggap sebagai target yang sah oleh Rusia.

Rudal Nuklir Rusia berjuluk Setan 2 baru saja diluncurkan dan diujicoba oleh Putin. Rudal ini berkemampuan jelajah antarbenua dan luasan wilayah yang dihancurkan bisa seluas Inggris dalam satu serangan.
Rudal Nuklir Rusia berjuluk Setan 2 baru saja diluncurkan dan diujicoba oleh Putin. Rudal ini berkemampuan jelajah antarbenua dan luasan wilayah yang dihancurkan bisa seluas Inggris dalam satu serangan. (dailymail.co.uk)

Dimana kemudian rudal Rusia menghantam jaringan kereta api di Ukraina dalam upaya nyata untuk menghentikan pengiriman.

Lavrov mengatakan itu ketika negara-negara barat mengalihkan fokus di Ukraina dari memasok senjata kecil dan senjata pertahanan seperti rudal anti-tank dan anti-aricraft, menjadi menyediakan senjata yang lebih berat seperti tank, helikopter, pesawat terbang, dan artileri jarak jauh.

Langkah itu dilakukan sebagai tanggapan atas seruan dari Kyiv untuk menyediakan sarana bagi angkatan bersenjatanya untuk merebut kembali wilayah yang diduduki oleh pasukan Rusia.

Baca juga: Media Rusia Soroti Pernyataan Sri Mulyani bahwa Semua Pemimpin Negara G20, Termasuk Putin Diundang

Setelah kekejaman yang diangggap telah dilakukan oleh pasukan Putin di tempat-tempat seperti Bucha dan Irpin.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin melakukan perjalanan ke Kyiv pada hari Minggu (24/4/2022) untuk pertemuan tatap muka dengan Presiden Zelensky dan membahas pasokan bantuan.

Sebelum akhirnya menjanjikan pengiriman jutaan dolar lagi.

Austin juga akan memimpin pertemuan lebih dari 40 menteri pertahanan di pangkalan udara Ramstein di Jerman Selasa (26/4/2022) hari ini.

Tujuannya untuk mengamankan pasokan tambahan dan upaya koordinasi antara sekutu untuk memastikan Ukraina memiliki semua yang dibutuhkannya.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved