Perang Rusia Ukraina

RUSIA Ancam NATO akan Perang Nuklir

Lavrov menuduh para pemimpin barat mempertaruhkan perang dunia ketiga dengan memasok senjata berat ke Ukraina

dailymail.co.uk
Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia, telah memperingatkan bahwa NATO sekarang sedang berperang proksi melawan Moskow dan ada risiko 'sangat signifikan' konflik itu akan berubah menjadi nuklir. 

*Rusia sadar sesungguhnya sedang berperang dengan NATO sekarang dan kemungkinan nyata berubah menadi Perang Nuklir

*Sergei Lavrov memperingatkan ketegangan timur-barat sekarang lebih buruk daripada selama Perang Dingin

*Menuduh NATO melakukan perang proksi dengan Rusia di Ukraina untuk melenyapkan pasukannya

*Risiko perang nuklir sekarang 'sangat signifikan' dan 'tidak dapat diremehkan'

WARTAKOTALIVE.COM -- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan bahwa NATO sekarang sedang berperang proksi dengan Rusia akibat operasi militer khusus di Ukraina.

Karenanya kata Lavrov ada risiko sangat serius bahwa konflik itu bisa berubah menjadi nuklir.

Perang proksi adalah perang yang tidak hanya berperang menggunakan kekuatan militer, tetapi juga melalui berbagai aspek kehidupan lain seperti politik, ekonomi, sosial budaya, dan hukum atau bahkan olahraga. Perang proksi dilakukan untuk menghindari konfrontasi langsung.

Hal inilah yang menurut Lavrov tengah dilakukan NATO terhadap Rusia dan memastikan Rusia melakukan perlawanan perang proksi yang ujungnya bisa berubah nyata menjadi perang nuklir.

Hal itu dikatakan Sergei Lavrov di TV pemerintah Rusia, Senin (25/4/2022) malam.

Lavrov menuduh para pemimpin barat mempertaruhkan perang dunia ketiga dengan memasok senjata berat ke Ukraina dengan tujuan melemahkan tentara Rusia.

Ttujuan yang digambarkan Lavrov sebagai sebuah ilusi.

Baca juga: ISTRI Muda Putin Akhirnya Tampil di Depan Publik, Tegaskan Dukung Kemenangan Rusia di Ukraina

Lavrov juga menuduh NATO dan sekutunya berusaha untuk menggertak Rusia di panggung internasional.

Menurutnya ketegangan antara timur dan barat sekarang lebih buruk daripada selama krisis rudal Kuba pada puncak Perang Dingin.

Ketika ditanya tentang kemungkinan perang nuklir, Lavrov menjawab hal itu nyata dan tak bisa diremehkan.

Baca juga: Rusia Kerahkan Rudal Nuklir Setan 2 yang Bisa Jelajah Antarbenua dan Hancurkan Inggris-AS Sekejap

"Risikonya sangat signifikan. Saya tidak ingin bahaya dibesar-besarkan secara artifisial, tetapi ini serius, nyata. Itu tidak bisa diremehkan," kata Lavrov.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved