Selasa, 5 Mei 2026

Mudik Lebaran

Jelang Lebaran, BPTJ Minta Pengusaha Beli Bus Baru agar Pemudik Nyaman dan Aman

BPTJ meminta pengusaha bus untuk tak menunda peremajaan bus mudik, ini guna keamanan dan kenyamanan.

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/RendyRutamaPutra
Suasana di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Sabtu (23/4/2022). Jumlah penumpang tercatat mengalami kenaikan hingga 70 persen. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Hendra Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Operasional dan Kemitraan Unit Pengelola terminal Terpadu Pulo Gebang Dinas Provinsi DKI Jakarta bermitra dengan jajaran petugas menerapkan kebijakan Ram Cek Armada untuk seluruh  Perusahaan Otobus (PO).

Kementerian Perhubungan bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dinyatakan Hendra sudah mendapatkan total 27 armada yang tidak layak jalan.

Baca juga: Polresta Tangerang Batasi Waktu Istirahat Pemudik di Posko Pelayanan, Maksimal Satu Jam

"Terhitung Senin (11/4/2022) hingga Kamis (14/4/2022) total ada 48 armada yang dilakukan Ram Cek, dan ditemukan tidak layak yakni 27," ujar Hendra saat ditemui Wartakotalive.com di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Sabtu (23/4/2022).

Sesuai dengan prosedural yang berlaku, Hendra mengatakan jika terdapat armada yang tidak layak jalan, mengimbau PO bus untuk mengganti dengan yang baru.

Selain itu, pengecekan terkait cek kesehatan sopir bus juga dinyatakan Hendra terus diberlakukan.

"Jika armada tidak layak jalan, kami (Petugas) memberikan arahan selanjutnya ke PO untuk ganti kendaraannya, kesehatan Sopir juga kita perhatikan," tuturnya.

Baca juga: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Dukung 1.000 Persen Presiden Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng

Tidak hanya itu, Kasatpel juga bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur terkait ranah penegakan prokes.

Mengingat situasi pandemi Covid-19 dirasa Hendra sesuai kebijakan pemerintah masih terus bergulir.

"Pihak Satpol PP Jakarta Timur tentunya dikerahkan untuk penanganan prokes," kata Hendra.

Hendra juga mengaku sudah sosialisasikan terkait kebijakan tersebut sembari menerapkan kebijakan aturan mudik ini untuk penumpang di Terminal Terpadu Pulo Gebang.

Baca juga: Marulian Menuai Rezeki di Bulan Ramadan Lewat Jasa Penukaran Uang Receh

Kebijakan tersebut dinyatakannya sudah sesuai anjuran Kementerian Perhubungan nomor 38 tahun 2022, dan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 nomor 16 tahun 2022 tentang perjalanan orang menggunakan transportasi darat.

"Kebijakan itu adalah, boleh melakukan perjalanan asalkan sudah booster, jika orang masih di tahap vaksin dua wajib melampirkan antigen, dan vaksin satu wajib melampirkan PCR," jelasnya.

Hendra juga menjelaskan akan dibangun posko anti gen dibeberapa titik, serta gerai vaksin booster untuk pemudik.

"Pengemudi kita juga minta bantu dari petugas suku dinas kota Administrasi Jakarta Timur untuk menyiapkan posko anti gen dan pos untuk pelaksanaan vaksin booster," jelasnya.

Baca juga: Tissa Biani Alami Halusinasi, Bikin Kru Pontang-panting saat Main Film KKN di Desa Penari

Agenda tersebut disampaikan Hendra akan terus ditingkatkan petugas secara rutin, dengan tujuan membuat kenyamanan pemudik terjaga.

Mengingat jumlah pemudik diungkapkan terhitung mengalami kenaikan hingga 70 persen, sehingga terpantau di Terminal Terpadu Pulo Gebang nampak pemudik terus berdatangan.

"Peningkatan sudah sejak Rabu (20/4/2022), mengalami kenaikan hingga 70 persen," ujar Hendra 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved