Betawi
Ariza Minta Forkabi Kepengurusan Ghoni Lestarikan Seni Budaya Betawi
Khususnya dalam menjaga dan melestarikan budaya, kesenian serta gagasan memajukan Betawi.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Budi Sam Law Malau
Dibentuknya Forkabi akibat sering terjadinya gesekan antaretnis di Jakarta.
Baca juga: Disbud DKI Lestarikan Kebudayaan Betawi dengan Minta Bantuan Kemenkumham
Ghoni berujar, dulu kala perwakilan Betawi yang duduk di pemerintahan sangat sedikit. Namun seiring dengan adanya reformasi, banyak anggota Forkabi yang berhasil mendapatkan prestasi di pemerintahan daerah.
“Pak Husen Sani sudah lanjut usia saat mendirikan Forkabi. Tahun 2000 kami lakukan penggalangan dan tahun 2021 kami deklarasi Forkabi. Saya pendiri di Jaksel, sampai membesarkan tingkat subran khususnya di Jaksel,” imbuhnya.
“Waktu itu, untuk seragam Forkabi saja susah. Bahkan semau gue saja, malah ada yang bajunya compang,” sambungnya.
Baca juga: Bamus Betawi Kecam Pernyataan Menag Gus Yaqut soal Adzan dan Gonggongan Anjing
Dalam kesempatan itu, Ghoni meminta kepada para kadernya untuk tidak alergi dengan politik. Dengan kematangan usia Forkabi saat ini, harusnya organisasi tersebut bijak dalam bersikap dan melakukan perbuatan.
“Otak (pikiran) yang harus dikedepankan. Kalau sudah merasa kalah ya sudah. Hukum yang bicara dan kalau ini yang menang ya, legawa (sabar). Itu jiwa ke pemimpinan yang tak haus kekuasaan,” ucap Ghoni. (faf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Wakil-Gubernur-DKI-Jakarta-Ahmad-Riza-Patria-saat-menghadiri-ulang-tahun-ke-21-Forkabi.jpg)