Kriminalitas

Tak Hanya Pengeroyokan, Polisi Pastikan Usut Tuntas Kasus Pidana Putra Siregar Lainnya

Tak Hanya Pengeroyokan, Polisi Pastikan Usut Tuntas Kasus Pidana Putra Siregar Lainnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/ Ikhwana Mutuah Mico
Putra Siregar dan Rico Valentino dihadirkan di Mapolres Jakarta Selatan, Rabu (13/4/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto menegaskan akan mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang menjerat pemilik PS Store, Putra Siregar dan Rico Valentino. 

Keduanya yang kini berstatus sebagai tersangka dan mendekam di sel tahanan Mapolres Metro Jakarta Selatan itu terancam hukuman 5 tahun kurungan penjara.

“Sementara dua yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tapi kalau dalam prosesnya berkembang, nanti disampaikan lagi. Kami jerat dengan pasal 170 tentang pengeroyokan dengan ancaman 5 tahun penjara,” ujarnya pada Minggu (17/4/2022). 

Dalam perkara ini, Putra Siregar dan Rico Valentino terlibat aksi penganiayaan terhadap korban di sebuah tempat hiburan di Kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 2 Maret 2022, malam.

Terlepas dari itu, polisi kemungkinan bakal mengusut kasus dugaan lainnya.

Sebab, Putra Siregar sempat dikabarkan beberapa kali lolos dari jeratan hukum.

Pada 2020, dia juga terjerat kasus penyelundupan ponsel ilegal yang diperbuatnya pada tahun 2017.

Baca juga: Tak Lagi Ibu Kota Negara, Ridwan Saidi Ungkap Awal Mula Berdirinya Jakarta

Baca juga: Selalu Mangkir Panggilan Sidang Kasus Suap Izin Tambang, Pengamat: Mardani H Maming Bisa Dipidana

Sebagai jaminan, Putra Siregar mengeluarkan uang jaminan sebesar Rp500 juta.

Ketika kasusnya dibawa ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Putra Siregar malah divonis tidak bersalah.

Dia dinilai oleh majelis hakim tidak melanggar kepabeanan yang menjadi dasar perkara.

Kasus serupa pernah menimpa Putra Siregar di Batam, Kepulauan Riau, pada Desember 2019 lalu.

Namun, lagi-lagi dia berhasil lolos.

Berdasarkan data mahkamahagung.go.id, kasus itu bermula saat toko PS Store yang ada di Jalan Laksamana Bintan, Ruko Palm Regency, Batam, dilaporkan menjual ponsel tidak sesuai standar.

Hanya saja ketika itu yang divonis bersalah adalah manajer toko bernama Astuti setelah dinyatakan bersalah dengan melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Sementara, Putra Siregar sebagai pemilik toko berhasil lolos karena mengaku sebagai franchise yang memiliki surat perjanjian waralaba.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved