Senin, 13 April 2026

Demo Mahasiswa

Prodewa Apresiasi Polri saat Amankan Aksi BEM SI  

Fauzan juga merespon baik sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang berani naik mobil komando mahasiswa saat berunjuk rasa.

Warta Kota/Miftahul Munir
Ade Armando dianiaya massa perusuh di depan Gedung DPR RI, akhirnya puluhan aparat kepolisian memberikan pertolongan pada Senin (11/4/2022) sore. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di DPR RI, Jakarta Pusat pada Senin (11/4/2022) lalu diklaim berjalan damai.

Usai tuntutannya diterima Wakil Ketua DPR RI Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, para mahasiswa langsung menarik diri dari lokasi karena melihat adanya potensi kerusuhan.

Direktur Eksekutif Nasional Progressive Democracy Watch (Prodewa) Fauzan Irvan mengapresiasi upaya Polri dalam mengamankan aksi BEM SI secara humanis.

Sehingga aksi tersebut berjalan aman dan damai.

Hal itu dikatakan Fauzan saat menyaksikan dari media dan kabar dari mahasiswa di lapangan, bahwa aspirasi mereka diterima baik oleh Dasco selaku salah satu pimpinan DPR RI.

“Aksi mahasiswa ini harus dipandang sebagai refleksi dari kegelisahan suara masyarakat, karena sejatinya mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat,” ujar Fauzan pada Selasa (12/4/2022).

Baca juga: Ipda Imam Tewas Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Karena Terbentur Kendaraan Taktis

Mantan Koordinator BEM SI Jawa Barat ini menilai, aksi BEM SI menandakan konsistensi gerakan mahasiswa dalam mengawal setiap kebijakan yang tidak berpihak kepada Rakyat.

Fauzan juga merespon baik sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang berani naik mobil komando mahasiswa saat berunjuk rasa.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Jenguk Ade Armando di RS Siloam Semanggi: Baik Saja, Sudah Makin Membaik Ya

"Kami apresiasi dan respek kepada Bapak Kapolri, yang dengan beraninya naik ke atas mobil komando mahasiswa kemudian mengatakan, ‘Suara mahasiswa adalah suara emokrasi dan suara rakyat’. Tentu ini menandakan aparat kita tidak alergi dengan demonstrasi dan kritikan juga merupakan angin segar untuk demokrasi Indonesia,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menegaskan, pihaknya tidak terlibat dalam aksi pengeroyokan Ade Armando saat unjuk rasa di DPR RI, Jakarta Pusat pada Senin (11/4/2022) siang.

Baca juga: Polisi Dalami Keterlibatan 17 Orang Terduga Pembakar Pospol Pejompongan

Pasalnya, kelompok mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI langsung mundur setelah tuntutannya diterima oleh Wakil Ketua DPR RI Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

“Kami tegaskan, terkait pengeroyokan Ade Armando tidak ada kaitannya dengan BEM SI. Setelah diterima kajian dan tuntutannya, kami tarik mundur massa aksi karena risiko chaos tinggi saat itu,” kata Koordinator BEM SI Kaharuddin kepada wartawan pada Selasa (12/4/2022).

Kahar mengatakan, ketika terjadi kericuhan, massa aksi BEM SI sudah bertolak dari lokasi demo untuk pulang ke tempat masing-masing.

Karena itu, Kahar meyakini pihaknya tidak ikut dalam aksi pengeroyokan itu.

Baca juga: Polisi Belum Tentukan Status Terhadap 17 Orang yang Diduga Telah Membakar Pospol Pejompongan

“Pertama kami tidak tahu ada Ade Armando hadir di massa aksi, kedua terkait tentang kekerasan tentu kami menyayangkan hal itu terjadi,” ujar Kahar.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved