PBNU

Arwani Thomafi Bangga HMI Mampu Nahkodai PBNU

Dia menyinggung kiprah alumni HMI yang baru saja berhasil menjadi pucuk pimpinan di PBNU periode 2021-2026.

Warta Kota/ Fitriyandi Al Fajri
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PPP Arwani Thomafi saat menggelar buka puasa bersama dengan keluarga besar alumni HMI dengan Yayasan Amal Insani di Gedung Serbaguna, rumah dinas anggota DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan pada Senin (11/4/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Legislator RI Arwani Thomafi merasa bangga duet alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mampu menahkodai Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Seperti diketahui Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf merupakan mantan Ketua HMI Cabang Yogyakarta, sedangkan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf mantan Ketua HMI Cabang Jakarta.

Hal itu dikatakan Arwani saat menggelar buka puasa bersama dengan keluarga besar alumni HMI dengan Yayasan Amal Insani di Gedung Serbaguna, rumah dinas anggota DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan pada Senin (11/4/2022).

Kegiatan ini digelar untuk menjalin silaturahmi antar alumni korps Hijau-Hitam itu sesama perantau di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, dia menyinggung kiprah alumni HMI yang baru saja berhasil menjadi pucuk pimpinan di PBNU periode 2021-2026.

Mereka merupakan hasil Muktamar ke-34 NU di Lampung, yakni duet KH Cholil Yahya Staquf dan Saifullah Yusuf.

Baca juga: Ingin Tingkatkan Peran di Bidang Kesehatan, Sejumlah Pengurus Teras PBNU Temui Menkes Budi Gunadi

“Kemarin kita bersinergi dengan PBNU, yang Ketua dan Sekjen PBNU adalah HMI. Baru kali ini bisa manggung bareng di PBNU. Ini bukti berkahnya ber-HMI, betul-betul membawa keberkahan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Arwani, pada Senin (11/4/2022).

Anggota Komisi I DPR RI ini mengaku, banyak ilmu dan hikmah yang didapat semasa menjadi aktivis HMI di Yogyakarta, hingga dia menjelma menjadi tokoh politik di DPR RI dadn DPP PPP.

Baca juga: Ade Yasin Harap HMI Ikuti Perkembangan Digititalisasi agar tak Ketinggalan Zaman

Di HMI, Gus Arwani juga belajar kemajemukan dalam Islam.

“Ketika masuk HMI saya bertemu dengan latar belakang madzhab dan organisasi, sehingga bisa mendapatkan wawasan dan pergaulan yang begitu luas,” kenang Gus Arwani yang juga menjadi Sekjen DPP PPP ini.

Hal tersebut yang menurutnya, memberikan banyak manfaat dan membuka cakrawala berpikir dengan lintas kelompok masyarakat.

Baca juga: PBNU Dilarang Berpolitik Praktis, Muhaimin Iskandar: Saya Langsung Sujud Syukur

Ilmu tersebut kini bisa diimplementasikan di PPP, sebuah parpol yang ada banyak madzhab di dalamnya. 

"Alhamdulillah kenangan luar biasa. Itu yang senang dari HMI. Berkahnya banyak sekali,” ungkap alumni Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta itu.

Sementara itu Ketua Yayasan Amal Insani, Ibrahim Ambong, meminta acara bukber Ramadan ini bisa terus dipertahankan. Dengan begitu, hubungan erat para senior dan junior akan terus terjalin dengan baik.

Baca juga: Ketua Umum PBNU: Invasi Rusia ke Ukraina Sangat Berbahaya Bagi Keutuhan Tata Negara Dunia

Baca juga: PCNU di Jatim Ditegur Usai Dukung Cak Imin, Wasekjen PKB Bilang Hubungan dengan PBNU Baik-baik Saja

“Alhamdulillah, Yayasan Amal Insani juga akan terus memberikan beasiswa kepada kader-kader HMI Yogyakarta yang sedang menyelesaikan tugas akhir, baik itu di S1 maupun S2,” kata Ibrahim.

Untuk diketahui, dalam kesempatan ini, hadir sejumlah tokoh dan senior HMI Yogyakarta, antara lain, anggota Fraksi PPP DPR RI, Achmad Baidowi, anggota DPR RI Fraksi PAN, Ahmad Yohan, Politisi PPP Lukman Hakim, Anggota BPK RI 2004-2009, Baharuddin Aritonang, serta mantan Sekjen MN KAHMI periode 2012-2017, Subandrio. (faf)

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved