Ramadan

Ramadan Tercoreng, Muhammad Diaz Tewas Disabet Celurit oleh Anak Jati Pulo saat Bangunin Sahur

Aksi tawuran di bulan Ramadan ini kian ganas. Remaja yang terlibat tak pandang bulu, meski ini bulan suci bagi umat muslim untuk berpuasa.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
Shutterstock/Kompas.com
Ilustrasi tewas - Muhammad Diaz tak bisa Lebaran bersama keluarga, nyawanya melayang saat membangunkan sahur di kawasan Jati Pulo, Sabtu (9/4/2022) dini hari. Diaz disabet celurit. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seorang pemuda bernama Muhammad Diaz Bin Sofyan (20) tewas dalam insiden tawuran di Jalan Sanip, Kelurahan Jati Pulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (9/4/2022) dini hari.

Pria kelahiran tahun 2002 itu meregang nyawa di lokasi tawuran setelah mendapat luka sabetan senjata tajam di dada sebelah kiri.

Baca juga: Rassya Hidayah Bahagia Bisa Duet dengan Aqeela Calista pada Single Perdana

Selain Diaz, ada dua rekannya yang ikut terluka akibat sabetan celurit di bagian punggung belakang.

Peristiwa tawuran hingga memakan korban jiwa itu berawal ketika korban bersama belasan temannya warga Kota Bambu Utara, Palmerah, membangunkan sahur keliling.

Julmi (37), tetangga korban menceritakan, satu jam sebelum korban meninggal, ia sudah meminta kepada Diaz agar segera pulang.

Kebetulan Diaz adalah warga Kota Bambu Selatan dan ikut membangunkan sahur bersama pemuda di Kota Bambu Utara.

Baca juga: Anies Baswedan Meyakini Jakarta Tetap Terhebat meski tak Lagi Menjadi Ibu Kota Negara

"Sebelumnya mereka kumpul buat persiapan bangunin sahur, nah saya yang patroli sama warga sini dan warga Kota Bambu Utara bubarin, tapi dia enggak pulang," katanya.

Ternyata kelompok korban ini justru mutar lagi untuk membangunkan sahur dan melewati kawasan Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat.

Di sana korban bersama teman-temannya dilempari batu untuk memancing agar terjadi tawuran.

"Ternyata kelompok Jati Pulo ini sudah ada persiapan untuk tawuran, korban sempat melerai 'damai' cuma mau bangunin sahur tapi malah diserang," ucapnya.

Baca juga: Teh Celli Punya Angan Produk UMKM Karawang Bisa Dijual di Retail Modern

Korban sempat berlari ketika kelompok lawan menyerang, tapi karena kesandung akhirnya terjatuh ke aspal.

Hanya dengan satu sabetan saja, korban langsung tak sadarkan diri dan tak lama kemudian meninggal dunia di lokasi.

"Dua temannya masih dirawat di rumah sakit Pelni, lukanya robek juga di punggung," jelas Julmi.

Sementara itu, Kapolsek Palmerah, AKP Dodi Abdulrohim mengaku sudah melakukan antisipasi tawuran dengan patroli kelilinh wilayah rawan tawuran.

Baca juga: Satlantas Polres Bogor Batasi Bus dan Truk di Jalur Alternatif Puncak untuk Atasi Kemacetan

Namun usai pihaknya melintas di Jalan Sanip, Jati Pulo, tawuran remaja justru pecah hingga menelan korban jiwa.

"Iya benar tawuran, korban meninggal satu, kami sudah berupaya lakukan antisipasi tawuran," tuturnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved