Divonis Lima Tahun, Bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Dijebloskan ke Lapas Tangerang

Edhy Prabowo juga diwajibkan membayar uang pengganti sejumlah Rp9,6 miliar dan 77.000 dolar AS.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA
Tim jaksa eksekutor pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas I Tangerang, Selasa (5/4/2022). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Tim jaksa eksekutor pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas I Tangerang, Selasa (5/4/2022).

Edhy merupakan terpidana perkara suap ekspor benih bening lobster atau benur.

"Jaksa Eksekusi KPK Hendra Apriansyah telah selesai melaksanakan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor : 26/Pid.Sus-TPK/2021/PN. Jkt. Pst tanggal 15 Juli 2021."

Baca juga: Tanggapi Wacana Jokowi Tiga Periode, Wiranto: Sia-sia Meributkan Sesuatu yang Tidak Mungkin Terjadi

"Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PT DKI Jakarta Nomor : 30/Pid.Sus-TPK/2021/PT. DKI tanggal 1 November 2021 Jo Putusan MA Nomor : 942K/Pid.Sus/2022 tanggal 7 Maret 2022," terang Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (6/4/2022).

Ali mengatakan, Edhy Prabowo bakal berada di Lapas Tangerang untuk menjalani pidana penjara selama lima tahun, dikurangi masa penahanan sejak ditahap penyidikan.

Edhy Prabowo turut dikenai pidana denda sebesar Rp400 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Baca juga: Lantik Boyke Novrizon Jadi Waketum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo: Dia Petarung

Edhy Prabowo juga diwajibkan membayar uang pengganti sejumlah Rp9,6 miliar dan 77.000 dolar AS.

"Dengan memperhitungkan pengembalian uang oleh terpidana, dan apabila tidak membayar maka dalam waktu satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita oleh jaksa."

"Dan dilelang untuk membayar uang pengganti tersebut, dan dalam hal hartanya tidak mencukupi, maka dipidana penjara selama 3 tahun," jelas Ali.

Baca juga: Wiranto: Sudah Berkali-kali Presiden Menjawab Soal Wacana Tiga Periode, Kadang Dianggap Angin Lalu

Edhy Prabowo juga dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama dua tahun, terhitung sejak selesai menjalani pidana pokok.

Jaksa penuntut umum (JPU) KPK menuntut Edhy Prabowo divonis 5 tahun penjara ditambah denda Rp400 juta subsider enam bulan kurungan, kewajiban membayar uang pengganti Rp9.687.457.219 dan 77 ribu dolar AS, serta pencabutan untuk dipilih dalam jabatan publik selama 3 tahun sejak selesai menjalani hukuman.

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada 15 Juli 2021 menjatuhkan vonis yang sama dengan tuntutan, yaitu lima tahun penjara ditambah denda Rp400 juta subsider enam bulan kurungan, ditambah kewajiban membayar uang pengganti dan pencabutan hak dipilih selama dua tahun.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 9 April 2022: Dosis I: 197.404.392, II: 161.333.038, III: 26.433.539

Namun, pada 21 Oktober 2021, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat vonis Edhy Prabowo menjadi sembilan tahun penjara ditambah denda sebesar Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan, membayar uang pengganti sejumlah Rp9.687.457.219 dan 77 ribu dolar AS, serta pencabutan untuk dipilih dalam jabatan publik selama tiga tahun.

Atas putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tersebut, Edhy mengajukan kasasi pada 18 Januari 2022.

Mahkamah Agung (MA) memutuskan mengurangi hukuman pidana penjara Edhy kembali menjadi lima tahun. (Ilham Rian Pratama)

 

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved