Sabtu, 9 Mei 2026

Ramadan

Pulau Cangkir, Lokasi Pas untuk Ngabuburit di Bulan Ramadan

Bagi umat muslim yang bingung mencari lokasi untuk ngabuburit, coba deh ke Pulau Cangkir di Kabupaten Tangerang.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Desy Selviany
Suasana saung dan dermaga di Pulau Cangkir, Kronjo, Tangerang, Banten, pas bagi umat muslim yang ingin ngabuburit di bulan Ramadan ini. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Siapa sangka Kabupaten Tangerang, Banten memiliki pantai yang bisa menjadi spot menarik untuk mengabuburit di kala Ramadan.

Nama objek wisata bahari tersebut Pulau Cangkir.

Dulu, pulau yang terletak di Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten itu hanya menjadi wisata sejarah.

Di pulau tersebut, terdapat makam Pangeran Jaga Lautan yang bernama asli Syekh Waliyuddin merupakan seorang ulama besar yang berasal dari Banten.

Baca juga: Cegah Aksi Tawuran saat Ramadan, Kelurahan Rawa Bunga Dirikan Posko Terpadu di TPU Kober

Lokasi itu sudah kerap menjadi objek wisata ziarah para warga Banten. Kini, pulau itu dihias untuk bisa menarik wisatawan dari kaum milenial.

Sejumlah saung-saung pinggir pantai dan dermaga dibuat di pesisir yang memiliki arus laut yang tenang.

Warga sekitar sekaligus pemilik warung makan di Pulau Cangkir Iman Jaya (37) mengatakan bahwa Pulau Cangkir 25 tahun lalu merupakan pulau tersendiri dan tidak memiliki jalur penghubung ke pesisir Kronjo.

Namun, seiring pulau kerap digunakan menjadi tempat ziarah, warga membangun jembatan penghubung antara Pulau Cangkir dengan pesisir Kronjo.

Tiga tahun terakhir kata Iman, berkembangnya media sosial membuat Pulau Cangkir semakin dikenal khususnya di kalangan remaja.

Baca juga: The Jakmania Sambut Paul Munster, Jika tak Lagi Melatih Bhayangkara FC

Lokasi wisata yang menghadap ke matahari terbit dan matahari tenggelam itu diminati warga Tangerang di kala pagi ataupun sore.

"Kalau pagi biasanya suka para pesepeda dari Kota Tangerang datang ke sini di akhir pekan. Tapi kalau Ramadan gini ramenya baru sore," ujar Iman ditemui Minggu (3/3/2022).

Biasanya kata Imam, warga menghabiskan waktu sore menunggu buka puasa di pesisir Pulau Cangkir.

Apabila tidak Ramadhan, Imam sudah membuka kedai makannya sejak pukul 08.00 WIB.

Sementara saat Ramadhan, umumnya saung-saung di Pulau Cangkir baru buka di sore hari pukul 15.00 WIB.

Baca juga: Viral Video Pengendara Motor Remas Payudara Wanita Berhijab di Ciomas

Harga makanan di Pulau Cangkir juga kata Imam cukup terjangkau. Yakni dari harga Rp10 ribu hingga Rp20 ribu.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved