Program Samisade

Ade Yasin Berkomitmen Bangun 416 Desa di Kabupaten Bogor agar Adil dan Merata Lewat Program Samisade

Bupati Bogor Ade Yasin ingin rayusan desa di wilayahnya sejahtera, karena itu program Samisade terus didorong.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/ Hironimus Rama
Bupati Bogor Ade Yasin memiliki concern mensejahterakan ratusan desa di wilayahnya lewat program Samisade. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, berkomitmen memberikan pembangunan yang adil dan merata bagi 416 desa yang ada di Kabupaten Bogor.

Komitmen itu diwujudkan melalui program Satu Miliar Satu Desa yang dimulai pada 2021 lalu.

Hal itu diungkapkan Bupati Bogor Ade Yasin saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kecamatan Tenjolaya, Kamis (31/3/2022).

Baca juga: Zainudin Amali Berdoa Pandemi Virus Corona Beres, Liga 1 2022/2023 Bisa Ditonton Ribuan Penonton

Kunjungan ini dilakukan melihat langsung hasil pembangunan Program Satu Milyar Satu Desa (Samisade) di 7 Desa se-Kecamatan Tenjolaya.

"Kita akan membuat infrastuktur di seluruh desa itu bagus. Kita cicil melalui Samisade, lama-lama selesai, lama-lama desa menikmati indahnya hidup di desa dengan infrastruktur yang lengkap dan layak,” kata Ade Yasin, Kamis (31/3/2022).

Menurut dia, ketika seluruh infrastruktur di desa sudah bagus, maka anggaran Samisade bisa di geser ke pemberdayaan masyarakat, permodalan masyarakat atau pelaku UMKM.

"Semua harus kebagian porsi, karena Kabupaten Bogor ini terdiri dari banyak desa sehingga urusan desa ini harus diselesaikan. Begitu pun 19 kelurahan  akan diselesaikan sesuai dengan porsinya masing-masing," tuturnya.

Baca juga: Selama Pandemi Virus Corona Angka Kematian Pasien TBC Sangat Tinggi, Perlu Perhatian Pemerintah

Politisi PPP ini menambahkan pemerintah desa cukup kesulitan dalam mewujudkan infrastruktur desa yang baik, sebab anggara ADD atau DD tidak akan bisa membiayai pembangunan infrastruktur di desa.

"Saat ini ADD, dan DD ini proporsinya 40% BLT dan 20% ketahanan pangan. Meskipun ada bantuan dari provinsi namun nominalnya hanya Rp 130 juta," ungkapnya.

Ade memaparkan bahwa anggaran yang tersisa dari ADD dan DD untuk infrastruktur sangat sedikit.

"Supaya adil dan ada pemerataan makanya saya turunkan Samisade, kami berikan Rp1 miliar untuk desa," bebernya 

Ade ingin menjadikan desa di Kabupaten Bogor jadi desa yang maju, mandiri dan bisa mengangkat Kabupaten Bogor menjadi wilayah yang aman, nyaman, maju dan sejahtera.

Baca juga: Komunitas dan Pegiat Literasi Bisa Jadi Pelopor Gerakan Menuju Masyarakat Sejahtera

Mantan Anggota DPRD Kabupaten Bogor ini menerangkan bahwa sejumlah desa  mendapatkan anggaran Samisade kurang dari Rp1 miliar pada 2021

Namun itu bukan karena tidak ada anggaran tetapi berdasarkan verifikasi dari proposal yang diajukan serta verifikasi lapangan oleh tim ahli dan tim teknis, sehingga anggarannya sesuai  dengan seharusnya.

"Proposal yang diajukan ke pemerintah daerah harus melalui Musyawarah Desa yang dihadiri oleh Kepala Desa dan tokoh-tokoh masyarakat termasuk BPD," tuturnya.

Ia menegaskan saat daerah lain terkena refocusing anggaran oleh Pemerintah Pusat akibat pandemi Covid-19, Pemkab Bogor masih bisa membangun infrastruktur desa.

“Meskipun kena refocusing tetapi kita harus bisa membangun. Semuanya perlu ikhtiar, orang tidak perlu tahu upaya kita, upaya bupati untuk mencari anggaran untuk desa. Fokus kami adalah bagaimana desa itu kebagian porsi pembangunan,” pungkas Ade.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved