Minggu, 12 April 2026

Ramadan

Wagub Ariza Minta Restoran dan Rumah Makan Pasang Tirai selama Ramadan

Tujuannya kata Ariza untuk menghormati umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa pada bulan April nanti.

Wartakotalive/Yolanda Putri
Ahmad Riza Patria menyebut akan mendistribusikan minyak goreng dua kali dalam sepekan untuk mengatasi kelangkaan barang di pasaran 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria alias Ariza meminta restoran atau rumah makan untuk memasang tirai pembatas selama bulan Ramadan.

Tujuannya kata Ariza untuk menghormati umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa pada bulan April nanti.

"Seperti tahun lalu kan kami tetap mengatur agar restoran-restoran yang dibuka di bulan suci Ramadan tetap bisa mengatur ya, menghormati yang puasa di antaranya ditutup dengan tirai pembatas," ujar Ariza di Balai Kota DKI pada Rabu (30/3/2022) malam.

Menurutnya, penggunaan tirai pembatas sebetulnya sudah menjadi satu aturan yang pernah dilakukan sejak tahun-tahun sebelumnya. Bahkan pemilik restoran dan rumah makan dianggap telah memiliki kesadaran sendiri untuk memasang tirai.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya sudah biasa ya bagi restoran yang buka dibulan suci Ramadan untuk menghormati yang puasa," kata mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini.

Ariza juga berpesan kepada konsumen untuk tidak berbicara saat makan di restoran. Jika hal itu dilakukan, bisa menjadi celah penularan Covid-19 melalui droplet atau percikan air ludah ketika berbicara.

Baca juga: MUI Minta Tak Ada Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan Agar Ekonomi Masyarakat Bangkit Lagi

"Seperti yang sudah disampaikan Satgas Covid-19 pusat diperkenankan juga buka puasa pertama, namun memperhatikan prokes di antaranya jangan banyak bicara. Diusahakan tidak ada bicara ketika makan karena membuka masker, sehingga tidak terjadi penularan Covid-19," jelasnya.

Diketahui, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meluruskan soal buka puasa bersama atau bukber selama bulan Ramadhan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, salah satunya dengan cara tidak diperbolehkan berbicara satu sama lain.

Baca juga: Langgar Jam Operasional Saat PPKM Level 3, Karaoke dan Restoran di Jakarta Barat Disegel

Baca juga: Sudah 3 Tahun Beroperasi, Restoran Khas Masakan Bakmi Ternama Indonesia Ini Andalkan Menu Nusantara

Wiku mencontohkan, saat individu menyantap makanan saat berbuka puasa tentu tidak perlu berbicara agar tidak menimbulkan droplet yang menjadi penyebab penularan virus.

"Saat menyantap makanan tentunya tidak berbicara untuk menghindari adanya droplet," kata Wiku yang dikutip dari Kompas.com, Rabu (30/3/2022).

Wiku mengatakan, usai menyantap makanan dan kembali menggunakan masker, tentunya warga diperbolehkan berbicara satu sama lain guna menjalin silaturahmi selama bulan Ramadan. (faf)
 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved