Anggap Biarkan Penista Agama, PA 212 Minta Jokowi Bertobat
Persaudaraan Alumni (PA) 212 membacakan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Persaudaraan Alumni (PA) 212 membacakan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Surat terbuka itu dibacakan oleh Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif dalam aksi bela Islam 2503 di depan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat, kemarin.
"Oleh karenanya kami sampaikan surat terbuka untuk Presiden, mudah-mudahan jadi renungan buat beliau."
Baca juga: Desak Yaqut Cholil Qoumas Diproses Hukum, Novel Bamukmin: Lebih Parah dari Sukmawati
"Surat terbuka Umat Islam Indonesia untuk Presiden Joko Widodo," kata Slamet mulai membacakan surat, di atas mobil komando, Jumat (25/3/2022).
Ada tiga poin yang disampaikan Slamet Ma'arif.
Pertama, meminta Presiden Jokowi bertobat, karena ia nilai membiarkan kasus penistaan agama secara masif berkembang di Indonesia, serta tidak menindak tegas pelakunya.
Baca juga: Pemerintah Bolehkan Mudik Lebaran, Dokter Paru: Jangan Pakai Masker Kain Atau Bedah, Baiknya N95
"Jadi kami meminta, menasihati Presiden Pak Jokowi untuk bertobat, kenapa?"
"Karena terkesan membiarkan penista agama di negeri tercinta ini," ucap Slamet.
Poin kedua, PA 212 meminta Presiden Jokowi tegas menjunjung tinggi nilai Pancasila.
Baca juga: Wamenag Berharap Pemerintah Arab Saudi Segera Umumkan Kepastian Keberangkatan Jemaah Haji
"Ketiga, menuntut kepada Presiden untuk tak melindungi mereka yang melakukan penistaan dan penodaan agama yang ikut bercokol pada lingkaran-lingkaran kekuasaan di jabatan apa pun."
"Baik posisi menteri maupun para buzzer seperti Menteri Agama Yaqut, Abu Janda, Ade Armando," beber Slamet. (Rizki Sandi Saputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ketua-umum-pa-212-slamet-maarif-orasi.jpg)