Jumat, 10 April 2026

Bulan Suci Ramadan

6 Cara Mengajarkan Anak Berpuasa di Bulan Ramadan, Ternyata ini Manfaat yang Didapat

Meskipun anak-anak balita yang belum baligh belum diwajibkan puasa maka sebaiknya diajarkan sejak dini. Ini cara mengajarkannya

FridayMagazine
Ilustrasi - mengajarkan anak untuk ikut puasa Ramadhan 

WARTAKOTALIE.COM, JAKARTA - Bulan Ramadhan 2022 kurang seminggu lagi. Ini saatnya mengajak anak-anak balita untuk ikut serta menjalankan puasa.

Lalu bagaimana cara mengajarkan anak-anak balita untuk ikut puasa? 

Meskipun anak-anak balita yang belum baligh belum diwajibkan puasa maka sebaiknya diajarkan sejak dini. 

Bagi Anak kecil tak mudah tentunya tiba-tiba harus menjalani puasa selama 1 bulan. 

Agar anak tidak kaget, ajari mereka berpuasa secara bertahap. Hal ini bisa dilakukan dengan berpuasa selama setengah hari terlebih dahulu 

Baca juga: Ini Batas Akhir Bayar Puasa Ramadhan Tahun Lalu, Berikut Niat Qadha Puasa

Selain mengajak untuk menjalankan ibadah, ternyata mengajarkan anak berpuasa sejak dini juga bermanfaat terhadap perkembangan diri mereka.

"Dari perspektif psikologi, kegiatan puasa yang diajarkan sejak dini bisa mengajarkan self control (kontrol diri) pada anak," ungkap dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Surabaya, Stefani Virlia MPsi Psikolog, Selasa (27/4/2021).

Dalam hal ini, ada tiga komponen self control yang diajarkan.

Pertama yakni perilaku, berkaitan dengan sikap menahan makan, minum, dan kegiatan yang membatalkan puasa lainnya.

"Kedua yakni mengendalikan secara kognitif, yakni pikiran-pikiran yang negatif. Ketiga, puasa juga mengajarkan anak untuk membuat komitmen. Hal ini karena mereka diajak berpuasa sampai batas waktu tertentu," katanya. 

Namun bagi sebagian besar anak, berpuasa menjadi kegiatan yang sulit.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua.

"Orang tua harus menjelaskan atau memberikan informasi kepada anak dengan cara dan bahasa yang mudah dipahami," ungkap Stefani.

Bukan hanya lewat penuturan, orang tua juga harus mencontohkan melalui tindakan. Sebab, anak-anak belajar melalui observational learning atau belajar lewat mengamati.

"Orang tua juga harus mencontohkan. Melihat orang tua sahur, anak juga ikut sahur. Melihat orang tua beribadah, anak juga akan ikut beribadah," urai Stefani. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved