Es di Puncak Gunung Jayawijaya Papua Sisa 2 Kilometer Persegi, Diprediksi Lenyap Tiga Tahun Lagi

Dwikorita menyebut, hal itu disebabkan kondisi cuaca ekstrem serta perubahan iklim di dunia.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan, es di puncak Pegunungan Jayawijaya, Papua akan punah pada 2025, alias tiga tahun lagi. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan, es di puncak Pegunungan Jayawijaya, Papua akan punah pada 2025, alias tiga tahun lagi.

Dwikorita menyebut, hal itu disebabkan kondisi cuaca ekstrem serta perubahan iklim di dunia.

Hal itu disampaikan Dwikorita dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/3/2022).

Baca juga: DAFTAR Lengkap PPKM Jawa-Bali Hingga 4 April 2022: Level 4 Raib, Level 1 Ada Enam Kabupaten/Kota

"Penyusutan gunung es Puncak Jayawijaya yang diteliti oleh BMKG, diprediksi tahun 2025, es itu sudah punah, sudah tidak ada di Puncak Jayawijaya lagi," ungkap Dwikorita.

Ia menambahkan, saat ini kondisi es di Puncak Jayawijaya tinggal satu persen, luasnya hanya tersisa 2 kilometer persegi.

"Dan saat ini kondisinya tinggal 1 persen area es di Puncak Jaya, dari 200 kilometer persegi sekarang tinggal 2 kilometer persegi," bebernya.

Baca juga: Setelah Homolog, Vaksin Sinopharm Kini Juga Jadi Booster Heterolog, Khusus 18 Tahun ke Atas

Dwikorita menambahkan, temperatur suhu yang terjadi di Jakarta mengalami peningkatan ekstrem.

Dalam periode 100 tahun, suhu udara di Jakarta telah meningkat 1 derajat celcius.

Padahal, dalam kesepakatan global telah disepakati kenaikan suhu 1 derajat celcius akan terjadi pada 2030.

Baca juga: Tjahjo Kumolo Cabut Larangan ASN Bepergian ke Luar Negeri, tapi Tetap Harus Ada Izin Atasan

Namun, di tahun 2016, telah terjadi peningkatan suhu sebesar 1,5 derajat celcius di Jakarta.

"Padahal kesepatakan global itu dibatasi 1 derajat celcius nanti di tahun 2030. Ini data di tahun 2016."

"Jadi ini mendahului tahun 2030, jadi sudah hampir mencapai 1,5 (derajat celcius)."

"Dan juga banjir Jakarta, data terakhir menunjukkan frekuensi banjir meningkat pada dekade terakhir, bersesuaian dengan intensitas curah hujan harian yang tinggi tahunan," terangnya. (Fransiskus Adhiyuda)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved