Omicron

Omicron Tewaskan 1.477 Pasien di DKI

Anak buah Anies Baswedan ini pun membeberkan bahwa dari 1.477 orang, 44 persen di antaranya sama sekali belum divaksin.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Dwi Oktavia selaku Kabid P2P Dinas Kesehatan DKI Jakarta saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (19/3) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia mengatakan pihaknya mencatat terdapat 1.477 orang positif Covid-19 meninggal dunia saat munculnya varian Omicron periode 1 November 2021 hingga 16 Maret 2022.

Semuanya diduga meninggal karena varian Omicron.

Adapun sebanyak 44 persen di antaranya meninggal lantaran belum divaksinasi.

"Saya hanya ambil data dari 1 November sampai 16 Maret, jadi kira-kira yang periode Omicronlah. Itu kita analisis dari 1.477 kasus meninggal periode 1 November sampai 16 Maret, nah ternyata 50 persen itu belum vaksin atau vaksin baru satu dosis, jadi belum lengkap," ucap Dwi saat dihubungi, Kamis (17/3/2022).

Anak buah Anies Baswedan ini pun membeberkan bahwa dari 1.477 orang, 44 persen di antaranya sama sekali belum divaksin.

Lalu sebanyak 6 persen kasus meninggal baru divaksin sekali, 36 persen sudah mendapatkan dua kali vaksinasi, dan tiga persen yang sudah mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booste, serta  tidak terdata sebanyak 12 persen.

Baca juga: Waspada Varian Omicron A2, Polsek Tambora Gelar Vaksinasi Covid-19 Malam Hari di Kantor Kelurahan

"44 persen belum vaksin, 6 persen baru dosis 1, 36 persen dosis dua, yang udah booster 3 persen, yang tidak ada data 12 persen," tambah dia.

Perempuan yang karib disapa Lies ini juga mengatakan bahwa kasus meninggal dunia yang sudah divaksin lengkap mayoritas warga lanjut usia dan pasien dengan komorbid.

Beberapa penyakit komorbid di antaranya, penyakit jantung, hipertensi, kencing manis, paru-paru, dan gagal ginjal.

Baca juga: Epidemiolog: Sudah Melewati Puncak Omicron Bukan Berarti Masa Kritis Berlalu

"Iya dari 1.477, tapi jangan salah nulis ya, jangan sampe orang kesannya sudah vaksin lengkap masih meninggal juga, kita mesti lihat faktor komorbidnya gitu tidak terkendali," ucapnya 

Dirinya juga menuturkan apabila dilihat dari persentase, kelompok yang meninggal masih relatif rendah dibandingkan dengan kelompok pasien usia lanjut. Sehingga, ia mengingatkan masyarakat segera melakukan vaksinasi dosis ketiga atau booster vaksin.

Baca juga: AWAS, Ada Varian Covid-19 Baru Gabungan Delta dan Omicron, Namanya Deltacron

"Harus booster kalau sudah bisa booster. Supaya mengurangi risiko karena memang ternyata keliatan risiko Covid-19 berat yang sampai meninggal itu ya tadi pada kelompok lansia, pada kelompok orang punya komorbid dan pada orang yang belum vaksin," ungkapnya.(m27)

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved