Senin, 27 April 2026

Varian Deltacron

AWAS, Ada Varian Covid-19 Baru Gabungan Delta dan Omicron, Namanya Deltacron

Dr Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan di WHO, mentweet dalam akun twitterrnya telah mendeteksi adanya Deltacron ini.

www.dshs.state.tx.us
COVID-19 

WARTAKOTALIVE.COM -- Para ilmuwan telah menemukan bukti untuk strain atau varian Covid-19 yang menggabungkan varian Delta dan Omicron untuk pertama kalinya.

Dikutip dari inews.co.uk menyebutkan strain ini diberi nama Deltacron, dan telah dikonfirmasi secara resmi sebagai varian.

Inilah semua yang perlu Anda ketahui tentang Deltacron.

Sementara apa yang disebut varian Deltacron telah dicurigai di sejumlah negara.

Ahli virologi di L'Institut Pasteur di Paris menyerahkan urutan genomik lengkapnya pada hari Selasa lalu ke database covid internasional GISAID, yang berarti telah secara resmi dikonfirmasi sebagai varian.

Kasus Deltacron telah ditemukan di Soissons, Prancis utara, dan lebih banyak lagi yang dicurigai di Denmark dan Belanda.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Menurun, Pemkot Depok Membuka Kembali PTM di Sekolah Secara Terbatas

Menurut analisis kode genetik, Deltacron 'tulang punggungnya' berasal dari varian Delta sedangkan lonjakannya atau bagian dari virus yang menempel pada sel manusia, berasal dari Omicron.

Virus rekombinan atau kombinasi dua dna ini muncul ketika seorang pasien terinfeksi dengan dua varian pada saat yang sama, dan kombinasi terjadi ketika sel-selnya bereplikasi bersama.

Baca juga: UPDATE Covid-19 RI 10 Maret 2022: 278 Pasien Meninggal, 38.399 Sembuh, 21.311 Orang Positif

Maria van Kerkhove, pimpinan teknis Covid untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa rekombinan diharapkan, terutama dengan sirkulasi Omicron dan Delta yang intens dan bahwa timnya melacak dan mendiskusikan variannya.

Dr Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan di WHO, mentweet dalam akun twitterrnya telah mendeteksi adanya Deltacron ini.

Baca juga: Ade Yasin Senang Kasus Sembuh Pasien Covid-19 Melonjak, Ruang Rawat Mulai Kosong

"Kami telah mengetahui bahwa peristiwa rekombinan dapat terjadi, pada manusia atau hewan, dengan beberapa varian #SARSCoV2 yang beredar, perlu menunggu eksperimen untuk menentukan sifat virus ini. Pentingnya pengurutan, analitik, dan berbagi data secara cepat saat kita menghadapi pandemi ini,” ucapnya.

Prospek varian yang menggabungkan dua versi paling kuat dari pandemi virus corona sejauh ini mungkin terdengar menakutkan.

Terutama karena Delta lebih parah daripada varian lain dan Omicron sangat menular.

Baca juga: Dua Syarat Menuju Endemi, Salah Satunya Angka Penularan Covid-19 di Bawah Satu

Tetapi para ilmuwan menekankan bahwa sekarang ada kekebalan substansial dalam populasi manusia terhadap kedua varian yang ditunjang dari vaksinasi.

Jadi tidak ada alasan untuk berpikir ini akan menimbulkan bahaya bagi vaksin.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved