Teroris
Terduga Teroris Tangerang yang Ditangkap Densus 88 Bekerja Sebagai PNS
Terduga teroris yang diringkus Densus 88 Antiteror ialah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
Kepolisian RI (Polri) mengungkap bahwa Dokter Sunardi aktif dalam menghimpun dana dari masyarakat yang dipakai untuk berangkatkan teroris ke Suriah.
"Iya kira-kira seperti itu ya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Sabtu (12/3/2022).
Ramadhan menuturkan bahwa penghimpunan dana itu dilakukan oleh Dokter Sunardi melalui lembaga kemanusiaan yang dipimpinnya bernama Hilal Ahmar Society.
Menurut Ramadhan, organisasi tersebut diduga terafiliasi dengan teroris Jamaah Islamiah (JI).
Dalam organisasi itu, dia menjabat sebagai penasihat dan penanggung jawab.
"Karena yayasan tersebut bergerak untuk membiayai atau memfasilitasi pemberangkatan untuk kegiatan terorisme di luar negeri atau Suriah," tutur Ramadhan.
Bukti Kuat
Selain itu, Polri memastikan pihaknya memiliki alat bukti yang cukup untuk menetapkan Dokter Sunardi menjadi tersangka dugaan kasus tindak pidana terorisme terkait jaringan Jamaah Islamiah (JI).
"Bukti sudah cukup untuk menetapkan tersangka, dimana bukti-bukti tersebut adalah kegiatan-kegiatan aksi terorisme," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Sabtu (12/3/2022).
Gatot menyampaikan bahwa bukti yang dimaksud merupakan keterlibatan Sunardi dalam jaringan teroris JI.
Adapun dia diduga menjadi pemimpin lembaga kemanusiaan HIlal Ahmar Society yang terafiliasi dengan JI.
"(Tersangka) penasihat amir dan penanggung jawab Hilal Ahmar Society yang terafiliasi yayasan teroris JI dan sudah dilarang karena terbukti melakukan pembiayaan untuk teroris di Suriah," ujar Gatot.
Menurutnya, Hilal Ahmar Society diduga bertugas dalam membiayai dan memfasilitasi teroris ke Suriah.
Sebaliknya, pihaknya bakal terus melakukan antisipasi adanya ancaman teroris di Indonesia.
"Densus 88 Antiteror bekerja sama dengan kepolisian di daerah untuk mengamankan lokasi, Densus 88 Antiteror tidak berhenti disini tetapi terus mengamankan dari ancaman teroris di Tanah Air," terang Gatot.