Teroris
Terduga Teroris Tangerang yang Ditangkap Densus 88 Bekerja Sebagai PNS
Terduga teroris yang diringkus Densus 88 Antiteror ialah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Terduga teroris yang diringkus Densus 88 Antiteror ialah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan Tobiin memiliki keterlibatan di jaringan teror.
Di Jamaah Islamiyah, Tobiin berperan sebagai Sekretaris dan Bendahara Bidang Bayan, Banten.
"Keterlibatan, anggota Kelompok Jamaah Islamiyah, Sekertaris, dan Bendahara Bid. Bayan Banten," kata Aswin dalam keterangan tertulisnya.
Selain itu, Tobiin juga memiliki kewenangan mengajukan nama-nama anggota JI untuk pelebaran struktur tingkatan Korda.
Baca juga: BREAKING NEWS: Polrestro Tangerang Kota Benarkan Penangkapan Terduga Teroris di Sepatan Timur
Baca juga: Densus 88 Tembak Mati Dokter Sunardi untuk Menghindari Tindakan Agresif yang Bahayakan Masyarakat
Ia merupakan anggota teritorial JI wilayah Tangerang Raya.
Sebelumnya terduga terorisme inisial TO diringkus Densus 88 Antiteror di Jatimulya, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten.
Karopemmas Divhumas Polri Ahmad Ramadhan mengatakan TO ditangkap di kediamannya di Perumahan Samawa Village, Blok D4 No. 1 pada Selasa (15/3/2022) pukul 04.52 WIB.
"Yang bersangkutan merupakan anggota kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di wilayah Satgaswil DKI Jakarta," jelas Ramadhan dalam keterangannya Selasa (15/3/2022).
Namun Ramadhan belum bisa menjelaskan peran dan jabatan TO dalam JI.
Saat ini kata Ramadhan TO sudah ditetapkan sebagai tersangka atas Pasal 6 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
kasus lain
Polri Ungkap Dokter Sunardi Aktif Himpun Dana dari Masyarakat
Dokter Sunardi ditembak mati oleh tim Densus 88 Antiteror Polri di Jalan Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Rabu 9 Maret 2023 sekitar pukul 21.15 WIB.
Dia ditembak mati setelah melawan petugas.