Berita Jakarta
Setiap Hari Anak-anak di Rusun Marunda Hisap Debu Batu Bara, Bagaimana Tanggungjawabnya?
Puluhan warga Rusun Marunda menggelar unjuk rasa di depan patung Kuda, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dian Anditya Mutiara
Lingkungannya Dicemari Debu Batu Bara, Puluhan Warga Rusun Marunda Demo di Patung Kuda
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Puluhan warga Rusun Marunda menggelar unjuk rasa di depan patung Kuda, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (14/3/2022) siang.
Mereka menggelar unjuk rasa karena protes dengan PT KCN di Pelabuhan Marunda karena sudah mecemari udara di lingkungan tempat tinggal warga.
Ketua Forum Masyarakat Rusunawa Marunda, Iswandi menjelaskan, di rusun tersebut ada sekira 29 tower dengan total kepala keluarga sebanyak 29.000.000.
"Karena debu batu bara dihisap dan dihirup, sedangkan anak-anak kami sekolahnya tidk jauh dari PT KCN yaitu sekitar satu Km, ada dipelabuhan dalam pelabuhan," ucapnya.
Oleh karenanya, ia merasa sangat khawatir dengan adanya batu bara yang milik PT tersebut.
Baca juga: Warga Marunda Terkena Pencemaran Abu Batu Bara, DPRD Desak Pemprov DKI Segera Bertindak
Ia juga sudah meminta perlindungan kepasa Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar buah hati penghuni rusun dapat hidup normal tanpa menghirup udara batu bara.
"Maka hari ini kami bergerak meminta keadilan ke Kadis LH yang telah menjanjikan kepada kami bahwa Sabtu-Minggu akan ada sanksi kepada salah satu PT," tuturnya.
Iswandi mendesak pemerintah pusat untuk memperbaiki regulasi dan harus bertanggungjawab dengan keadaan di sana.

Karena perusahaan tersebut dinilai tidak menjalankan aturan yang baik lantaran meninbulkan debu batu bara dan mencemari lingkungan.
"Corporasi harus tunduk dan taat kepada regulasi, negara tidak boleh kalah kepada perusahaan," tegasnya.
Ia pun mendesak Menteri Perhubungan untuk mencopot Kepala Operasional Pelabuhan Marunda.
Sebab, Kepala Operasional sudah gagal dalam mengemban tugas untuk menindak perusahaan yang sudah mencemari lingkungan.
"Kami meminya LPD Kemenhub untuk mencopot KSOP Marunda yang menurut saya sudah gagal, dia tidak ada tindakan apapun kepada kami, berarti regulatornya harus bertanggung jawab, maka satu kata regulator pelabuhan marunda yaitu sebagai KSOP harus di copot," jelasnya.
Baca juga: Pencemaran Batu Bara, Warga Marunda yang Terdampak ISPA Meningkat Pada Oktober 2021
Iswandi menambahkan, sejumlah warga sudah mendapat dampak dari debu batu bara seperti penyakit kulit, mata merah dan RPTRA banyak debu.