Aksi Terorisme

Ogah Kaitkan Profesi dengan Terorisme, IDI Sukoharjo: Jangan Sebut Dokter, tapi Bapak Sunardi

Pengawasan dan pembinaan terus dilakukan oleh IDI Sukoharjo, supaya tidak terlibat dalam kegiatan yang membahayakan orang lain.

Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com/Wikimediacommons
Ketua IDI Sukoharjo dr Arif Budi Satria SpB meminta kasus kematian dokter Sunardi yang ditembak Densus 88 Polri, tak dikaitkan dengan profesi Sunardi sebagai dokter. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ikatan Doker Indonesia (IDI) Cabang Sukoharjo menyampaikan duka cita mendalam atas kematian dokter Sunardi yang ditembak Densus 88 Polri.

Ketua IDI Sukoharjo dr Arif Budi Satria SpB meminta kasus tersebut tak dikaitkan dengan profesi Sunardi sebagai dokter.

“Agar tidak terjadi distorsi, kami meminta masyarakat agar tidak menyangkutpautkan kasus terorisme yang disangkakan kepada Sunardi, dengan profesinya sebagai dokter."

Baca juga: Densus 88 Bakal Penuhi Panggilan Komnas HAM Soal Penembakan Dokter Sunardi

"Perlu ada koreksi penyebutan, jangan almarhum dokter Sunardi, tapi Bapak Sunardi, mungkin itu bisa jadi salah satu bentuk komunikasi."

"Karena sebagaimana bahwa profesi-profesi lain pun bisa mengalami hal yang sama," tutur dokter Arif melalui keterangan tertulis, Senin (14/3/2022).

Menurutnya, secara profesi medis, almarhum dikenal sebagai sosok dengan jiwa sosial yang tinggi, dan selalu aktif turun menangani pasien saat ada bencana alam.

Baca juga: Kompolnas Bakal Cek TKP Densus 88 Tembak Dokter Sunardi di Sukoharjo

"Almarhum juga rajin mengurus Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktek (SIP),” ungkapnya.

Arif menegaskan, IDI selalu mengedepankan humanisme dan memang sesuai dengan kode etik dan dalam sumpah dokter, dengan fokus pertama adalah kemanusiaan.

Dalam sumpah dokter, para dokter diminta berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, gender, politik, kedudukan sosial, dan jenis penyakit dalam menunaikan kewajiban terhadap pasien.

Baca juga: Perang Terus Berlanjut, Sembilan WNI di Chernihiv Ukraina Masih Berlindung di Pabrik

Dokter Arif menekankan, IDI Sukoharjo adalah organisasi yang patuh pada hukum yang merupakan organisasi resmi di bawah naungan NKRI dan undang-undang, yang berarti IDI mengedepankan konstitusi dan patuh pada penegakan hukum.

"Setiap dokter juga selalu diingatkan akan sumpah yang diucapkan pada saat dilantik menjadi dokter," imbuhnya.

Pengawasan dan pembinaan terus dilakukan oleh IDI Sukoharjo, supaya tidak terlibat dalam kegiatan yang membahayakan orang lain.

Baca juga: Kritik Label Halal Indonesia, Waketum MUI: Cuma Cerminkan Satu Suku, Bukan Keindonesiaan

Awal pekan ini, Ketua IDI Sukoharjo dr Arif Budi Satria SpB dan Wakil Ketua IDI Sukoharjo dr Muhammad Daris Raharjo, melakukan pertemuan.

Mereka diterima langsung oleh Kabid Humas Polda Jateng Kombes Muhammad Iqbal Alqudusy dan Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved