Selasa, 28 April 2026

Formula E

Kembali Sentil Formula E, Politisi PDI P Gilbert Simanjuntak Kini Protes soal Anggaran yang Berubah

Gilbert mengungkap, awalnya biaya pembangunan lintasan Formula E mencapai Rp 850 miliar, namun berubah menjadi Rp 350 miliar.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Kompas.com
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Legislator DKI Jakarta mengkritik, anggaran turnamen Formula E yang dikucurkan pemerintah daerah tidak konsisten.

Artinya pagu anggaran yang digunakan dan akan dipakai masih dinamis, sehingga anggota Parlemen Kebon Sirih, Jakarta Pusat memandang pemerintah daerah tidak memiliki perencanaan yang matang.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengatakan, awalnya total perhelatan Formula E yang dipaparkan perseroan daerah PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mencapai Rp 1,8 triliun.

Hal itu terungkap dalam rapat kerja dengan Komisi B DPRD DKI Jakarta pada September 2019 lalu.

“Awalnya dalam rapat anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) di Agustus 2019 (oleh anggota DPRD periode 2014-2019), ini direncanakan dilaksanakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga. Tetapi kemudian dalam rapat dengan anggta DPRD periode 2019-2024, BUMD Jakpro muncul sebagai pelaksana,” kata Gilbert berdasarkan keterangannya pada Kamis (10/3/2022).

Baca juga: Anggota DPRD DKI F PDIP Syahrial Diperiksa KPK Selama 7 Jam Soal Anggaran dan Kerja Sama Formula E

Gilbert mengungkap, awalnya biaya pembangunan lintasan Formula E mencapai Rp 850 miliar, namun berubah menjadi Rp 350 miliar.

Anggaran berkurang karena pemerintah berencana memakai jalan raya eksisting di sekitar Monas, yakni di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

“Setelah venue yang tanpa perencanaan dipindahkan ke Ancol, biaya disebutkan Rp 150 miliar dan menggunakan dana perusahaan Jakpro. BUMD itu mengatakan duit Rp 70 miliar sudah digunakan sewaktu merencanakan trek di Monas,” jelas Gilbert dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Baca juga: Petinggi PDIP DKI Akui Anggota Fraksinya Dipanggil KPK terkait Kasus Dugaan Korupsi Formula E

Faktanya, kata dia, setelah dicek di lapangan pembangunan baru sebatas barrier atau pembatas jalan milik PT Jaya Konstruksi Manggala Prtama (JKPM) seharga Rp 15 miliar.

Kemudian pemerintah daerah memutuskan membangun lintasan Formula E di Ancol, Jakarta Utara.

Biaya lintasan yang awalnya Rp 50 miliar, justru berubah lagi menjadi Rp 60 miliar, karena diduga adanya perencanaan abal-abal dan dipaksakan.

Kata dia, kualitas pekerjaan yang buruk sungguh mengorbankan APBD.

“Artinya total baru Rp 75 miliar yang dipakai, ini jadi sangat merisaukan kenapa anggaran pembangunan trek dari Rp 850 miliar jadi Rp 350 miliar di jalan eksisting dan berubah lagi menjadi Rp 60 miliar di jalan yang awalnya berupa rawa,” ungkapnya.

“Komponen trek di jalan keras hingga Rp 350 miliar, dan apa komponen jalan di atas rawa hingga Rp 60 miliar, ini apakah ada mark-up (penggelembungan), kualitas yang bobrok atau faktor lain,” lanjutnya.

Atas persoalan itu, Gilbert meminta kepada Kemendagri, Kejaksaan, Kepolisian dan KPK untuk turun tangan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved