Waspada! Berolahraga pada Pagi Hari di Jabodetabek Bisa Tingkatkan Risiko Sakit Jantung

Setiap orang berbondong-bondong menjalankan hidup sehat sejak pandemi Covid-19 melanda.

Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com
Berolahraga saat pagi hari di Jabodetabek malah dapat menganggu kesehatan jantung. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Setiap orang berbondong-bondong menjalankan hidup sehat sejak pandemi Covid-19 melanda.

Karena, banyak penelitian yang menyatakan di dalam tubuh yang sehat, maka dapat meningkatkan sistem imunitas yang baik, sehingga dapat terhindar dari infeksi Covid-19.

Olahraga menjadi satu upaya yang dilakukan masyarakat Indonesia, maka tidak heran olahraga menjadi tren dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga: Waskejen PKB Usul Wacana Tunda Pemilu 2024 Dibahas di Rembuk Nasional

Biasanya, masyarakat memilih berolahraga di pagi hari, baik itu lari maupun bersepeda.

Berolahraga di waktu pagi juga menjadi pilihan terbanyak bagi warga Jabodetabek.

Namun, ternyata berolahraga saat pagi di Jabodetabek justru malah dapat menganggu kesehatan jantung.

Baca juga: Tak Ada Nama Soeharto di Keppres Hari Penegakan Kedaulatan Negara, Mahfud MD: Ini Bukan Buku Sejarah

Hal ini diungkapkan oleh Co-founder & Chief Growth Officer Nafas Piotr Jakubowski.

"Olahraga tidak bisa melawan polusi PM 2.5.

"Karena pm 2.5 sangat kecil, dan kalau sudah masuk paru-paru tidak bisa keluar lagi," ungkapnya dalam acara Media Briefing bertajuk 'Nafas Air Quality Report 2021' secara virtual, Rabu (2/3/2022).

Baca juga: 80 WNI dan Tiga WNA Tiba di Indonesia dari Ukraina, 14 Orang Masih di Bukares karena Covid-19

Bahkan, sebuah studi yang dipaparkan oleh tim data Nafas menyebut, terjadi penambahan risiko penyakit jantung sebanyak 33 persen pada usia 30-45 tahun, jika berolahraga setiap hari saat PM 2.5.

Orang yang berolahraga di saat kualitas udara memburuk dapat menyebabkan penyakit jantung, dibandingkan orang yang tidak berolahraga sama sekali.

"Ini fakta menakutkan. Olahraga bagus, tapi ada hal penting, tergantung polusi udara."

Baca juga: Wasekjen PKB: Isu Presisen Tiga Periode Kini Bukan Sekadar Guyonan Politik

"Tahun 2021 rata rata polusi PM 2.5 di pagi hari lebih besar tiga kali di atas 26ug/m3," bebernya.

Apakah tidak boleh berolahraga sama sekali? Hal itu tentu juga tidak disarankan, karena berolahraga baik bagi tubuh.

Namun, kata Piotr, memang saat akan beraktivitas di luar seperti berolahraga, disarankan mengecek kualitas udara terlebih dahulu.

Sehingga, dapat menyiapkan pencegahan terhirup polusi PM 2.5, misalnya menggunakan masker dengan standar yang baik. (Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved