Kamis, 7 Mei 2026

Berita Video

VIDEO : Salim Berjualan Putu Demi Pendidikan Anak Yang Lebih Baik

Intinya saya kerja apa saja demi anak, jangan sampai anak ngalami kayak saya putus sekolah

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir |
Warkotalive.com/Miftahul Munir
Salim tukang kue putu di kawasan Palmerah, Jakarta Barat memiliki kisah pilu karena sejak kelas 4 SD sudah ikut kerja tetangganya ketika libur sekolah, Rabu (2/3/2022). 

Setelah berbicara ke istrinya, Salim mendapat restu untuk berjualan keliling di Jakarta yaitu kue putu pada tahun 2020 lalu.

Pada saat itu, Jakarta sedang di landa pandemi Covid-19 tapi ia tetap berjualan demi biaya hidup anak istri di kampung halaman.

Baca juga: Wamentan Harvick Lihat Langsung Aksi Mogok Jualan Pedagang Sapi di Pasar Tradisional Serpong

Baca juga: Pedagang Daging Mogok Jualan Berimbas Pedagang Bumbu Dapur di Pasar Anyar Tangerang Alami Kerugian

Ia menjajakan kue putu karena sang paman sudah pengalaman dan bisa mengajarkan pembuatannya.

Setelah beberapa hari diajarkan, Salim kemudian mengolah sendiri bahan baku kue putu dan klepon.

Bahan bakunya sekira 3,5 liter yang selanjutnya digiling dan setelah itu diberi daun pandan serta daun suji.

Modal usaha kue putu dan klepon sekira Rp 250 ribu dan proses menyiapkan jualannya sekira tiga jam.

"Terus kelapa parut kurang lebuh dua sampai tiga, gula merah di tumbuk dan lainnya," ucapnya.

Sekira pukul 16.00 WIB, suara khas kue putu 'tuttttt, tutttt, tutttt' sudah nyaring terdengar dari samping gedung peninggalan Belanda, Polsek Palmerah, Jakarta Barat.

Baca juga: VIDEO Harga Daging Sapi Naik, Pedagang Bakso di Pondok Aren Meliburkan Diri

Baca juga: Pedagang Daging Sapi Mogok, Imbasnya Pengelola Warung Bakso Juga Tutup

Salim berkeliling kawasan Palmerah, Kampus Binus, Rawa Belong hingga ke Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Sampai sekira pukul 22.00 WIB, habus tak habis Salim pulang ke rumah kontrakannya.

Biasanya Salim selalu habis menjual tapi jika tak habis maka semuanya akan dibuang dan mengganti bahan baku baru.

"Jadi intinya saya jualan itu setiap hari keluar modal, pulangnya ya bawa uang sekira Rp 500.000," terangnya.

Kerja keras demi anak agar tak seperti dirinya putus sekolah.

Salim tak ingin anaknya merasakan seperti dirinya yang putus sekolah, maka ia sangat bersusah payah bekerja.

Kepala jadi kaki, kaki jadi kepala tidak pernah dipermasalahkan oleh Salim yang penting anaknya bisa bersekolah sampai ke perguruan tinggi nanti.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved