Vaksin Sinopharm

Kehadiran Sinopharm Melengkapi Enam Jenis Regimen Vaksinasi Booster yang Digunakan di Indonesia

Vaksin Sinopharm resmi menjadi regimen vaksin booster yang digunakan di Indonesia.

Editor: Sigit Nugroho
Biro Pers Setpres/Kris
Petugas menurunkan 1.408.000 dosis vaksin siap pakai merk Sinopharm yang tiba di Indonesia, Selasa (13/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Vaksin Sinopharm resmi menjadi regimen vaksin booster yang digunakan di Indonesia.

Dengan demikian ada enam jenis regimen  antara lain vaksin Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Janssen (J&J), dan vaksin Sinopharm.

Pelaksanaan vaksinasi booster dapat dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota bagi masyarakat umum.

Pemberian dosis booster dilakukan melalui dua mekanisme antara lain Homolog, yaitu pemberian dosis booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.

Baca juga: Percepat Kekebalan Tubuh Masyarakat, Polsek Cengkareng Gelar Vaksinasi Covid-19 di Rusun Flamboyan

Baca juga: BPOM Izinkan Sinopharm Jadi Vaksin Booster, Efek Samping Ringan

Baca juga: Selain Sinovac, Vaksin Covid-19 Sinopharm dan Pfizer Juga Bakal Digunakan untuk Anak Usia 6-11 Tahun

Sementara Heterolog, yaitu pemberian dosis booster dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.

Regimen dosis booster yang dapat diberikan yaitu jika vaksin primer Sinovac, maka vaksin booster bisa menggunakan 3 jenis vaksin antara lain AstraZeneca separuh dosis (0,25 ml), Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan Moderna dosis penuh (0,5 ml).

Vaksin primernya, AstraZeneca maka boosternya bisa menggunakan vaksin Moderna separuh dosis (0,25 ml), vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan vaksin AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).

BERITA VIDEO: RoboCop Ditangkap Tim Garuda 2 Satpol PP Kota Depok karena Langar Perda Nomor 16 Tahun 2012

Vaksin primer Pfizer, untuk booster bisa menggunakan vaksin Pfizer dosis penuh (0,3 ml), Moderna separuh dosis (0,25 ml), dan AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).

Vaksin primer Moderna, booster dengan menggunakan vaksin yang sama separuh dosis (0,25 ml).

Kemudian vaksin primer Janssen (J&J), maka untuk booster dengan menggunakan Moderna separuh dosis (0,25 ml).

Selanjutnya vaksin primer Sinopharm booster nya menggunakan vaksin Sinopharm juga dengan dosis penuh (0,5 ml).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan  vaksin booster yang digunakan berdasarkan ketersediaan di setiap daerah.

“Vaksin yang digunakan untuk dosis booster ini disesuaikan dengan ketersediaan vaksin di masing-masing daerah dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa expired terdekat. Di samping itu, vaksinasi dosis primer tetap harus dikejar agar dapat mencapai target,” kata Siti, Senin (28/2/2022).

Tata cara pemberian, tempat pelaksanaan, alur pelaksanaan dan pencatatan vaksinasi Covid-19 tetap mengacu pada Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster).

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved