Daging Sapi
Pedagang Daging Sapi Bakal Mogok, Pemilik Rumah Makan Padang Khawatir
Sementara rendang adalah sajian yang banyak digemari orang sekaligus jadi ciri khas dari setiap rumah makan Padang.
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Rencana mogok jualan para pedagang daging sapi, mulai Senin (28/2/2022) sampai dengan Jumat (4/3/2022) mendatang, membuat sejumlah pemilik rumah makan Padang khawatir.
Pemilik rumah makan padang, Helmawati (48) mengatakan aksi mogok penjual daging sapi selama seminggu bakal membuatnya ditinggal pelanggan yang ingin menyantap rendang.
"Nggak kebayang, orang kan nanya rendang kok nggak ada? pergi deh, nggak jadi beli," katanya, Sabtu (26/2/2022).
Pasalnya daging sapi adalah bahan dasar untuk membuat rendang.
Sementara rendang adalah sajian yang banyak digemari orang sekaligus jadi ciri khas dari setiap rumah makan Padang.
“Rendang itu kan ciri khasnya. Kalau nggak ada rendang, orang akan bilang lah kok ini warung makan Padang atau bukan?,” ucapnya.
Baca juga: Pedagang Daging Sapi Berencana Mogok, IKAPPI Imbau Beberapa Saja Jangan Semua
Meski begitu Helmawati mengakui ada kenaikan harga daging sapi di pasaran belakangan ini.
Hal itu masih ditambah dengan harga minyak goreng yang juga melambung tinggi.
"Normalnya harga daging sapi itu Rp 120 ribu per kilogram, tapi sekarang naik Rp 20 ribu. Ya jelas memberatkan kita," keluhnya.
Baca juga: Antisipasi Kenaikan Harga Daging Sapi Jelang Puasa, Sudin KPKP Jakbar Bakal Gelar Operasi Pasar
Alhasil pemilik Rumah Makan Padang Mitra Mandiri di Cipinang Cempedak, Jatinegara itu harus merasakan omzet usahanya kini turun 50 persen lantaran harga daging sapi yang mahal.
"Biasa setiap hari 5 kilogram sekarang engga pernah. Sejak harga daging naik, paling belanja daging 2-2,5 kilogram per hari," katanya.
Baca juga: Jaga Stok Daging di Ibu Kota, Anies Gandeng Pemkab Gorontalo Pasok Daging Sapi 100 Ekor Setiap Hari
Modal yang lebih banyak pun harus dikeluarkan agar bisa membeli daging sapi. Sementara upaya untuk menaikkan harga atau mengurangi ukuran rendang tidak mungkin dilakukan.
"Karena kalau untuk naikkin harga jual juga susah," ujarnya.
Baca juga: Pedagang Daging Sapi Pasar Slipi Keluhkan Kenaikan Harga, Padahal Bulan Puasa Hampir Dua Bulan lagi
Tengku Biismi (51), suami Helmawati yang ikut mengelola rumah makan Padang mengatakan kenaikan harga daging sapi yang begitu cepat bakal menurunkan daya beli masyarakat.
"Sekarang saja harganya segini apalagi bulan puasa nanti, bisa lebih mahal. Sekarang kita aja keluar modal untuk beli daging sapi lebih mahal," ucap Tengku.
Ia pun berharap pemerintah mengambil langkah cepat untuk menurunkan harga daging sapi dan komoditas lain supaya tidak memberatkan para pedagang dan masyarakat pada umumnya. (jhs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pemilik-rumah-makan-padang-khawatir.jpg)