Senin, 20 April 2026

Harga Daging Sapi

Pedagang Daging Sapi Berencana Mogok, IKAPPI Imbau Beberapa Saja Jangan Semua

Sebab kata dia masih ada pihak ketiga yang harus diperhatikan seperti pedagang bakso yang menggunakan daging sebagai bahan baku utama

Warta Kota
Syamsuri (kiri) sedang berdiri di depan lapak daging sapi miliknya, Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Senin (19/7/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) merespon soal rencana para pedagang daging sapi di Ibu Kota yang akan mogok berdagang, lantaran harga daging sapi yang melambung tinggi.

Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Sekjen DPP IKAPPI), Reynaldi Sarijowan mengimbau kepada seluruh pedagang daging sapi, apabila memang ingin melakukan mogok dagang, diharapkan beberapa pedagang saja dan tidak seluruhnya.

Sebab kata dia masih ada pihak ketiga yang harus diperhatikan seperti pedagang bakso yang menggunakan daging sebagai bahan baku utama.

Jika tidak berjualan, maka pihak ketiga ini akan merasa dirugikan.

"Kami menilai sesungguhnya ini hal yang harus diperhatikan karena ada pihak ketiga. Pihak ketiganya yang sangat dirugikan karena kaya penjual bakso, warteg dan sebagainya yang menjual daging tentu akan mengalami kerugian," katanya saat dihubungi Wartakotalive.com, Jumat (25/2/2022).

Reynaldi pun mengkhawatirkan aksi mogok ini nantinya akan berdampak pada skala yang lebih besar.

Baca juga: Harga Daging Sapi Naik, Sejumlah Pedagang Wacanakan Mogok Dagang Tiga Hari

Baca juga: Antisipasi Kenaikan Harga Daging Sapi Jelang Puasa, Sudin KPKP Jakbar Bakal Gelar Operasi Pasar

"Ketika beberapa pedagang mengalami mogok dagang daging untuk itu kami mengimbau kepada seluruh pedagang daging sapi, kalau memang mau mogok aksi dagang daging, tentu beberapa pedagang saja jangan semua," papar dia.

Kendati demikian, kata Reynaldi pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk segera melakukan intervensi terkait melambungnya harga daging sapi belakangan ini.

"Dengan cara apa? Dengan cara memastikan stok daging yang ada, karena konsumsi daging dalam negeri kita cukup tinggi. Untuk itu seharusnya permintaan yang saat ini tidak terlalu tinggi seharusnya dapat mampu ditekan. Kecuali nanti menjelang hari raya lebaran idul fitri tentu permintaan akan tinggi dan harga akan melonjak, maka jauh sebelum itu pemerintah harus melakukan intervensi," paparnya.

Baca juga: Setelah Perajin Tahu dan Tempe, Pedagang Daging Sapi Juga Akan Mogok Jualan

Sebagai informasi, pedagang daging sapi di Pasar Slipi, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat berencana menggelar aksi mogok jualan pada Senin (28/2/2022) mendatang.

Mereka mogok jualan karena harga daging sapi setiap harinya naik sekira Rp 2.000 sampai Rp 3.000.

Adi pedagang daging sapi Pasar Slipi menjelaskan, harga jual daging sapi saat ini mencapai Rp 140.000.

Padahal sebelumnya harga daging sapi yang dijual Adi seharga Rp 120.000 sampai Rp 130.000.

Baca juga: Jelang Bulan Ramadan, Pedagang di Pasar Slipi Keluhkan Kenaikan Harga Daging Sapi

"Jadi naiknya secara bertahap setiap hari sejak satu bulan terakhir," katanya kepada wartakotalive.com, Jumat (25/2/2022).

Adi melanjutkan, dirinya sudah mendapat surat dari persatuan pedagang daging Indonesia terkait berhenti sementara jualan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved