Rabu, 22 April 2026

Berita Nasional

Ekspansi Pabrik PT Smelting, Airlangga Sebut Bupati Gresik Bakal Jadi Bupati Tembaga

Groundbreaking Perluasan Pabrik Refinery Mineral Pertama di Indonesia, Airlangga Sebut Bupati Gresik juga Menjadi Bupati Tembaga 

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam groundbreaking proyek perluasan PT Smelting di Gresik, Jawa Timur pada Sabtu (19/2/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, GRESIK - Terkendalinya Covid-19 berdampak positif terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tahun 2021.

Badan Pusat Statistik mencatat, perekonomian nasional pada kuartal IV tahun 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 5,02%, sementara pertumbuhan rata-rata pada 2021 adalah sebesar 3,69%. 

"Meski belum setinggi beberapa negara mitra seperti China, India, Amerika Serikat, Uni Eropa yang tumbuh lebih dari 5% di tahun 2021," papar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam groundbreaking proyek perluasan PT Smelting di Gresik, Jawa Timur pada Sabtu (19/2/2022).

"Hasil pertumbuhan ekonomi pada 2021 ini patut kita syukuri, karena pada kuartal I dan kuartal III laju pertumbuhan ekonomi ini terkontraksi,” jelasnya.

Kebijakan Pemerintah dalam hiliriasi produk mineral dan batubara (minerba) lanjutnya, meningkatkan sumber penerimaan negara serta untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta ekspor, termasuk menghasilkan bahan baku energi bersih.

Dengan demikian, perluasan PT Smelting diharapkannya dapat berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebab, lanjutnya, Indonesia kini memiliki cadangan biji tembaga sebesar 3,1 miliar ton dengan tingkat produksi sebanyak 100 juta ton per tahun. 

Baca juga: Presidensi G20 Indonesia, Airlangga Hartarto: Perjuangkan Aspirasi dan Kepentingan Negara Berkembang

Cadangan biji tembaga tersebut diperkirakan akan habis dalam 30 tahun apabila tidak ada tambahan cadangan baru.

Oleh karenanya peningkatan nilai tambah bijih tembaga sangat diperlukan, baik dengan pembangunan pabrik baru atau ekspansi pabrik yang ada untuk ekstraksi tembaga. 

“Dengan ekspansi di pabrik refinery mineral pertama di Indonesia ini, ada 3,3 juta ton konsentrat yang nantinya akan diolah, sehingga Gresik menjadi sentra dari hilirisasi tembaga," jelas Airlangga.

"Ke depannya dengan renewable energi, electric vehicle dan solar panel seluruhnya membutuhkan tembaga. Oleh karena itu, hilirisasi produk turunannya perlu untuk terus didorong, terutama untuk kebutuhan memproduksi produk elektronik,” paparnya.

Dengan ekspansi ini, kapasitas pengolahan konsentrat PT Smelting direncanakan akan mengalami peningkatan menjadi sebanyak 1,3 juta ton dan kapasitas produksi katoda tembaga juga meningkat menjadi 342.000 ton pertahun.

Proyek ekspansi PT Smelting yang keempat sejak tahun 1999 ini, juga akan menambah pabrik asam sulfat baru, menaikkan kapasitas beberapa peralatan di smelter, serta menambah jumlah sel elektrolisa di refinery.

Peningkatan kapasitas dalam ekspansi tersebut membutuhkan Capex sebesar USD 231 juta dan direncanakan akan selesai pada September 2023.  

Ekspansi PT Smelting tidak hanya memenuhi kebutuhan produk di dalam negeri seperti katoda tembaga untuk industri kawat/kabel (wire), batangan tembaga (rod bar).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved