Ariza: Keterisian Rumah Sakit Isolasi Covid-19 di DKI 60 Persen dan ICU 44 Persen

Ariza mengatakan, pada prinsipnya pemerintah daerah terus memaksimalkan penyediaan sarana dan prasarana penanganan Covid-19

Wartakotalive.com/Desy Selviany
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di kawasan TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (30/1/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengungkapkan, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit Covid-19 di DKI Jakarta cukup tinggi. Untuk BOR isolasi Covid-19 sudah mencapai 60 persen, sedangkan ICU 44 persen.

“Update BOR itu tersedia 6.335 terpakai 3.828 sama dengan 60 persen, ICU tersedia 864 terpakai 376 sama juga 44 persen,” ujar Ariza di Balai Kota DKI pada Jumat (11/2/2022) malam.

Ariza mengatakan, pada prinsipnya pemerintah daerah terus memaksimalkan penyediaan sarana dan prasarana penanganan Covid-19. Mulai dari tempat tidur, laboratorium, tenaga kesehatan, oksigen, obat, vitamin dan sebagainya.

Namun upaya itu bakal berjalan sia-sia apabila masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes) 5M. Karena itu, masyarakat diwajibkan mematuhi prokes terutama ketika berada di luar rumah karena keperluan mendesak.

“Warga Jakarta tidak usah khawatir Pemprov DKI akan menyiapkan segalanya sebaik mungkin untuk kepentingan warga Jakarta,” katanya.

Sebagai informasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat per Kamis (10/2/2022) jumlah kasus aktif di Jakarta hari ini naik sejumlah 5.620 kasus, sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 86.901 (orang yang masih dirawat/isolasi).

Baca juga: Ledakan Covid-19, Keterisian Rumah Sakit di Jakarta Masih Terkendali

Baca juga: Pemkot Tangerang Pastikan Keterisian Rumah Isolasi Masih Dibawah 50 Persen, Pasien Tanpa Gejala

"Kami turut mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan Varian Omicron yang kini juga meningkat di Jakarta. Upaya 3T terus digalakkan, selain vaksinasi Covid-19 yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas," ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia pada keterangan tertulisnya yang dikutip, Jumat (11/2/2022).

Dinkes DKI Jakarta mencatat, dilakukan tes PCR sebanyak 53.535 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 43.363 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 11.090 positif dan 32.273 negatif.

Selain itu, dilakukan pula tes antigen sebanyak 76.321 orang dites, dengan hasil 5.735 positif dan 70.586 negatif. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR. 

Baca juga: Kasus Covid-19 Ibu Kota Terus Naik, Anies Sebut Tingkat Keterisian Tempat Tidur Masih Terkendali

Baca juga: Wagub DKI Ungkap Keterisian Tempat Tidur untuk Isolasi dan ICU di RS Mulai Naik Sejak Desember

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 929.100 dengan tingkat kesembuhan 90,2 persen, dan total 13.911 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,4 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,1 persen. 

Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 375.146 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 833.653 per sejuta penduduk," tambahnya. (faf)

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved