Omicron

Wagub DKI Ungkap Keterisian Tempat Tidur untuk Isolasi dan ICU di RS Mulai Naik Sejak Desember

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkap, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) untuk isolasi dan ICU naik.

Istimewa
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan rumah sakit (RS) Modular Pertamina di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Jumat (6/8/2021). Rumah sakit ini khusus melayani pasien Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Meningkatnya kasus Covid-19 mulai terasa di Jakarta.

Hal ini bisa dilihat dari keterisian tempat tidur di Rumah Sakit.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkap, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) untuk isolasi dan ICU (Intensive Care Unit) naik.

Meningkatnya fasilitas kesehatan tersebut karena merebaknya kasus Omicron yang mulai terjadi di Jakarta sejak Desember 2021 silam.

Baca juga: Sudin Kesehatan Jakarta Pusat Miliki Target Vaksinasi Covid-19 Usia 6-11 Tahun Sebanyak 90 Ribu Anak

Baca juga: Capaian Herd Immunity Anak di Kecamatan Sawah Besar Sudah 82 Persen

“Perlu kami sampaikan bahwa BOR (isolasi) sekarang meningkat menjadi tujuh persen dan ICU menjadi lima persen. Sebelumnya BOR itu empat persen, jadi ini menjadi perhatian kita bersama,” kata Ariza di DPRD DKI Jakarta pada Rabu (5/1/2022).

Ariza tak menampik, naiknya BOR di Jakarta karena adanya kasus Omicron.

Karena itu, Ariza meminta masyarakat tetap waspada dan patuhi prokes 5M, sekalipun kebijakan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) di Jakarta sudah dinaikkan menjadi level dua.

Protokol kesehatan 5M yakni cuci tangan dengan menggunakan sabun di air mengalir, menggunakan masker,  menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Baca juga: Kelurahan Kebon Kacang Gelar Vaksinasi Covid-19 Berkerjasama dengan RSUD Tanah Abang

Baca juga: Kesadaran akan Kesehatan Mental Ibu masih Minim, Banyak Dipengaruhi Faktor Lingkungan dan Budaya

“(Kenaikan kasus) salah satunya (Omicron) tapi kan positifnya hari ini (Rabu, 5/1/2022) juga meningkat, jadi 115 kasus ada peningkatan dari yang sebelumnya 108 kasus, 110 kasus. Jadi memang ada peningkatan positif beberapa hari ini,” jelas Ariza.

Berdasarkan laporan yang dia terima, orang yang terpapar Covid-19 paling banyak bergejala ringan, namun ada juga yang tidak bergejala.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved