Pandemi Virus Corona

Ariza Ungkap Ruang Rawat dan ICU Pasien Covid-19 di DKI Mulai Mengkhawatirkan

Wagub DKI Ahmad Riza Patria mengatakan bed occupancy rate (BOR) dan ruang ICU bagi pasien Covid-19 merangkak naik, ini harus disikapi.

Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan bed occupancy rate mencapai 60 persen dan ICU 40 persen. Ini harus diwaspadai karena semakin meningkat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Ibu Kota sudah mencapai angka 60 persen.

"Jadi terkait update BOR itu terpasang 6.335 terpakai 3.828 sudah mencapai 60 persen," ucap pria yang karib disapa Ariza ini dalam video conference dikutip, Jumat (11/2/2022).

Untuk ketersediaan ICU, kata dia, saat ini sudah diatas angka 40 persen dari total 864 tempat tidur. 

Baca juga: Tirta Jadi Korban Adam Deni, Aktivitasnya Tak Pakai Masker Digoreng, Bayar Uang Damai Rp70 Juta

"ICU dari terpasang 864 sudah terpakai 376 sudah 44 persen," tambah dia.

Sebagai informasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat per Kamis (10/2) jumlah kasus aktif di Jakarta hari ini naik sejumlah 5.620 kasus, sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 86.901 (orang yang masih dirawat/isolasi).

"Kami turut mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan Varian Omicron yang kini juga meningkat di Jakarta. Upaya 3T terus digalakkan, selain vaksinasi Covid-19 yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas," ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia pada keterangan tertulisnya yang dikutip, Jumat (11/2/2022).

Dinkes DKI Jakarta mencatat, dilakukan tes PCR sebanyak 53.535 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 43.363 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 11.090 positif dan 32.273 negatif.

Baca juga: Pemkot Jakarta Barat Terapkan Mickro Lockdown atas Temuan 25 RT Berzona Merah

Selain itu, dilakukan pula tes Antigen sebanyak 76.321 orang dites, dengan hasil 5.735 positif dan 70.586 negatif. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR. 

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 929.100 dengan tingkat kesembuhan 90,2 persen, dan total 13.911 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,4 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,1 persen. 

Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

Baca juga: Kalina Oktarani dan Vicky Prasetyo Cerai Setelah Pisah Rumah, Mengapa Setahun Lalu Menikah?

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 375.146 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 833.653 per sejuta penduduk," tambahnya. 

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 24,2 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,6 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

Saat ini Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan enam lokasi isolasi terkendali (isoter) untuk merawat pasien yang terpapar Covid-19.

Hal tersebut disiapkan, lantaran beberapa pekan ini jumlah kasus di Ibu Kota mengalami peningkatan yang signifikan.

Baca juga: Gus Yahya Minta Kasus Wadas Dicari Jalan Keluar dan Bukan Dipolitisasi

Ariza menyebut bahwa total tempat tidur yang disiapkan sebanyak 921 tempat tidur.

Namun, hingga saat ini yang sudah terpakai sebanyak 47 tempat tidur.

"Lokasi isolasi terkendali setidaknya ada enam yang disiapkan di Mansion, Graha Wisata Ragunan, Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), di LPMP, Masjid Raya Hasyim Ashari dan Wisma Adhiaksa Puri Loka," ucap Ariza melalui video conference yang dikutip, Jumat (10/2/2022).

"Total tempat tidur yang disiapkan sudah mencapai 921 tempat tidur. Namun, yang baru terpakai itu 47 jadi masih ada sisa 874 tempat tidur," tambah Ariza.

Baca juga: Cerai dengan Vicky Prasetyo, Kalina Oktarani: Dia Menikahi Saya Karena Terpaksa dan Kasihan

Orang nomor dua di Ibu Kota ini mengatakan bahwa  sejak 7 Februari 2022, Graha Wisata TMII sudah mulai menerima pasien orang tanpa gejala (OTG). Tidak hanya itu, nantinya Ariza bersama pihaknya juga akan menyiapkan Graha Wisata Ragunan untuk lokasi tambahan.

"Wisma TMII sejak 7 Februari 2022 sudah menerima pasien OTG khusus rujukan puskesmas. Selain itu, kita juga mempersiapkan Wisma Ragunan di Jaksel sebagai tempat isoter rencananya mulai tanggal 1 Maret mendatang akan kita gunakan," jelas Ariza.

Namun demikian, politikus partai Gerindra ini berharap ketersediaan tempat tidur tersebut tidak terpakai. 

"Tentu kita berharap tempat tidur tidak terpakai ya. Mudah-mudahan kita dapat mengurangi pandemi Covid-19," tambah dia.

Sebagai langkah antisipasi, tidak hanya menyiapkan 6 tempat isolasi tersebut. Pemprov DKI juga akan menyiapkan isolasi terpusat.

"Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan isolasi terpusat tepatnya di GOR, Masjid, Rusun hingga Wisma-Wisma milik DKI. Prinsipnya kami Pemprov dapat menyiapkan beberapa fasilitas yang digunakan yang dibutuhkan untuk kepentingan Covid-19," tutupnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved