Jumat, 1 Mei 2026

Virus Corona

Pemerintah Berharap Nakes Bisa Menginap di Hotel Dekat Rumah Sakit

Luhut menuturkan, pemerintah terus melakukan antisipasi melonjaknya kasus Covid-19 akibat varian Omicron.

Tayang:
Warta Kota/Hironimus Rama
Pemerintah mendorong tenaga kesehatan (nakes) difasilitasi penginapan khusus dekat rumah sakit. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pemerintah mendorong tenaga kesehatan (nakes) difasilitasi penginapan khusus dekat rumah sakit.

Tujuannya, untuk melindungi para nakes tertular Covid-19.

"Mendorong penyediaan fasilitas penginapan khusus para nakes."

Baca juga: Polisi Isyaratkan Naikkan Status Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat Menjadi Penyidikan

"Jadi nakes kita harapkan dapat menginap di hotel yang dekat dengan rumah sakit."

"Sehingga mereka bisa kita proteksi juga kesehatannya, dan juga mereka jangan sampai tertular," kata Luhut dalam konferensi pers virtual yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/2/2022).

Luhut menuturkan, pemerintah terus melakukan antisipasi melonjaknya kasus Covid-19 akibat varian Omicron.

Baca juga: 20 Pekan Indonesia Nihil Zona Merah Covid-19, Kuning 421, Oranye Naik Jadi 10

Di antaranya, mendorong percepatan vaksinasi dosis kedua untuk para lansia dan kelompok lain. Juga, penyediaan vaksin booster yang cukup untuk seluruh masyarakat Indonesia.

"Presiden telah memerintahkan Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, dan kepala BKKBN untuk beraksi di lapangan," ungkapnya.

Pemerintah juga meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit, termasuk tenaga kesehatan, dan obat-obatan.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Menyusut Jadi 83, Ciamis Wakili Pulau Jawa

"Serta kenaikan jumlah bed (tempat tidur) yang dikonversi untuk Covid-19."

"Jadi jumlah tempat tidur ini sudah kita siapkan sama dengan Delta kemarin," tutur Luhut.

Pemerintah juga mengaktifkan fasilitas-fasilitas isolasi terpusat untuk merawat pasien OTG (tanpa gejala) dan gejala ringan, sehingga tidak membebani RS.

Baca juga: Epidemiolog Prediksi Gelombang Ketiga Akibat Omicron Bakal Lebih Singkat, Masa Puncak Bisa Berbeda

Sesuai arahan Presiden, kata Luhut, hanya gejala sedang berat dan kritis yang masuk rumah sakit, sementara sisanya melakukan isolasi terpusat.

"ini hasil diskusi yang dalam dengan para tim, para ahli, kita membuat kesimpulan ini, dan Presiden memberikan endorsement," paparnya.

Pemerintah, kata Luhut, akan mendorong penggunaan telemedisin untuk masyarakat yang memiliki gejala ringan. 

Baca juga: Ada Prajurit Beli Seragam Sendiri, Jenderal Dudung: Copot Komandan Pelit Sengsarakan Anak Buah!

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved