BNPT dan DMI Kerja Sama Cegah Radikalisme Manfaatkan Rumah Ibadah
Boy menjelaskan, bahaya paham radikal terorisme dapat masuk ke berbagai lini kehidupan masyarakat, termasuk rumah ibadah.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar beraudiensi dengan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Muhammad Jusuf Kalla, Jumat (4/2/2022).
Boy menjelaskan, bahaya paham radikal terorisme dapat masuk ke berbagai lini kehidupan masyarakat, termasuk rumah ibadah.
Hal ini dibuktikan dengan adanya beragam fenomena dalam rumah ibadah, di mana terdapat pihak-pihak yang menyalahgunakan narasi agama, dan menggunakan ancaman kekerasan untuk mencapai tujuannya.
Baca juga: Sembilan Aturan Turunan UU IKN Ditargetkan Rampung pada Maret atau April 2022
Hal lain yang juga perlu diwaspadai adalah radikalisasi ruang digital.
Boy menjelaskan, radikalisasi semacam ini dapat menciptakan aktor tunggal (lone wolf) dalam aksi terorisme.
Anak muda pun menjadi sasaran yang rentan terjebak dalam self radicalization ini.
Baca juga: BMKG Bilang Gempa Banten Tak Terkait Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda
Sebagai langkah pencegahan, BNPT menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk DMI, dalam memberikan penguatan terkait bahaya radikal terorisme dan wawasan kebangsaan.
Pembinaan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan deteksi dini masyarakat.
"Dalam konteks kerja sama dengan DMI, akan ada program kerja sama pencegahan."
Baca juga: Gunung Anak Krakatau Meletus Sembilan Kali pada 4 Februari 2022, Tinggi Kolom Abu Tembus 1.000 Meter
"Jangan sampai ada kegiatan yang mengarah pada ideologi kekerasan yang memanfaatkan rumah ibadah," tutur Boy.
Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla sepakat terorisme tidak hanya menjadi tugas BNPT semata, melainkan tugas seluruh komponen bangsa.
Sebagai lembaga yang mendorong fungsi masjid sebagai tempat ibadah, pengembangan masyarakat dan persatuan umat, DMI menjadi mitra strategis BNPT dalam menyuarakan pesan anti kekerasan dan terorisme melalui masjid.
Baca juga: Anak Krakatau Masih Berpotensi Erupsi, Masyarakat Diminta Menjauh 2 Kilometer dari Kawah Aktif
Dalam hal ini, Jusuf Kalla mendukung penuh upaya pencegahan terorisme bersama BNPT.
"Terorisme ini bukan hanya tugas BNPT, ini harus jadi tugas bersama, kita harus mendukung upaya BNPT," cetus JK. (Chaerul Umam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/boy-rafli-amar-dan-jusuf-kalla.jpg)