Persija Jakarta

Manajemen Persija Terapkan Bubble System Secara Ketat, setelah Riko dan Maman Positif Covid-19

Manajemen Persija Jakarta tampaknya kapok melihat ada dua skuadnya yang terpapar Covid-19, kini mereka menerapkan bubble system.

Penulis: resign | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/Gisesya Ranggawari
Dokter Tim Persija Dr Donny Kurniawan kini menerapkan bubble system kepada pemain dan ofisial Macan Kemayoran, dengan tujuan mencegah terpapar virus Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Manajemen Persija Jakarta memperketat penerapan bubble system (sistem gelembung) kepada seluruh pemain, ofisial, dan perangkat timnya yang berada di Provinsi Bali. 

Satu aturan dalam bubble system yang wajib jadi perhatian seluruh pemain Persija yakni larangan berinteraksi dengan orang-orang asing di luar klub. 

Langkah tersebut diambil manajemen klub berjuluk Macan Kemayoran sebagai respons atas Maman Abdurahman dan Riko Simanjuntak yang terkonfirmasi positif virus Covid-19. 

Baca juga: KPK Optimistis Dua Mantan Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Bakal Divonis Bersalah Terima Suap    

Demikian disampaikan dokter tim Persija Jakarta, Donny Kurniawan kepada Tribunnews.com, Rabu (2/2/2022) kemarin. 

"Kami kembali mengingatkan kepada pemain untuk menjaga protokol kesehatan, artinya kami meningkatkan (penerapan) bubble system di antara kami," ungkap dokter Donny.

"Manajemen sudah mengeluarkan pernyataan bahwa kami dilarang kontak dengan orang luar. Saya rasa untuk saat ini itu langkah yang terbaik untuk kami lakukan," sambungnya. 

Tim dokter Persija telah melakukan testing, tracing, dan treatment (3T) pada seluruh pemainnya setelah Maman dan Riko dipastikan positif Covid-19. 

"Protokol yang kami kerjakan saat ini adalah merespon apa yang terjadi, salah satunya dengan melakukan 3T. Ketika ditemukan kasus kami akan melakukan treatment," tutur dokter Donny.

Baca juga: Harga Emas Batangan Antam Kamis 3 Februari Naik Rp 1.000 Jadi Rp 933.000 Per Gram

Persija juga meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala-gejala Covid-19 yang mungkin saja dimiliki pemain. 

Bila ada yang mengeluh demam atau tidak enak badan, orang dengan keluhan itu akan langsung dipisahkan dari klub. 

Hal tersebut dilakukan demi mengantisipasi potensi terjadinya penularan virus Covid-19 yang lebih luas.

"Di Persija sendiri jika ada kasus keluhan demam atau tak enak badan langsung kami pisahkan kamarnya," ungkap dokter Donny.

"Memang secara inkubasi (virus Covid-19) sudah terjadi, tapi kami berharap penularan belum terjadi. Pada dasarnya kami akan lakukan semaksimal mungkin (demi mencegah penularan)," sambungnya. 

Baca juga: Ribuan Ikan di Sungai Cikaniki Mati, Polisi Duga Karena Bahan Kimia

Sangat sulit untuk terus-menerus bisa aman dari ancaman virus Covid-19. 

Ada kalanya para pemain, ofisial, atau bahkan perangkat di dalam tim terpaksa berinteraksi dengan orang-orang asing di luar klub.

"Apakah bisa dihindari, kami berusaha menghindari. Tapi, kalau melihat bagaimana situasi penyakit Covid-19 saat ini, ada kalanya kita tak bisa menghindari apa yang telah terjadi," ujarnya. 

Namun, seiring dengan Maman dan Riko terkonfirmasi positif Covid-19, Persija harus meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan virus ini.

"Kami tetap berusaha sebaik mungkin untuk meningkatkan awareness di antara kami semua, karena saat ini dalam situasi pandemi dan kami harus meningkatkan kewaspadaan, serta tidak ada keluar hotel," pungkasnya. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved