Jumat, 22 Mei 2026

Virus Corona

Anies Baswedan Minta Masyarakat Tidak Panik Hadapi Varian Omicron

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memilih untuk bereaksi santai saat mendapatkan desakan evaluasi pembelajaran tatap muka

Tayang:
Youtube Anies Baswedan
Gubernur Anies Baswedan tanggapi santai kasus omicron yang makin tinggi 

Walau demikian, ia memastikan kondisinya tidak separah saat gelombang kedua Covid-19 melanda Jakarta pada pertengahan 2021 lalu.

“Iya kita haruS hati-hati, tapi di sisi lain tingkat keparahannya itu tidak seperti enam bulan lalu,” tuturnya.

Bagi masyarakat yang mengalami gejala Covid-19, Anies meminta mereka untuk meminimalisir interaksi dan segera melakukan isolasi.

“Jadi yang kita sama-sama harus sadari adalah bila mengalami gejala ringan atau tanpa gejala maka isolasi, disiplin supaya tidak menularkan kepada yang lain,” ujarnya.

FOLLOW US 

Koordinasi dengan pemerintah pusat pun terus dilakukan Pemprov DKI dalam memantau kondisi penyebaran Covid-19 di ibu kota.

“Terkait kebijakan-kebijakan lain, kami akan monitoring, evaluasi bersama dengan pemerintah pusat,” kata Anies.

Dilansir dari Kompas.com, Presiden Joko Widodo meminta adanya evaluasi atas pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Hal itu disampaikannya saat membuka rapat terbatas evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara virtual dari Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (31/1/2022), sebagaimana dilansir di laman resmi setkab.go.id, Selasa (1/2/2022).

Baca juga: Omicron Mengamuk, Jokowi Minta PTM 100 Persen di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten Dievaluasi

"Saya juga minta adanya evaluasi untuk pembelajaran tatap muka, utamanya di Jawa Barat, di DKI Jakarta, dan di Banten," ujar Jokowi.

Dia pun mengungkapkan, saat ini persentase kasus aktif Covid-19 mengalami kenaikan 910 persen dari sebelumnya.

Jokowi meminta para menteri dan pimpinan lembaga terkait berhati-hati menyikapi kondisi pandemi saat ini.

"Hati-hati, saya ingin menegaskan kehati-hatian kita karena kasus aktif (Covid-19) naik 910 persen. Dari yang sebelumnya 6.108 kasus di tanggal 9 Januari (2022), kemudian menjadi 61.718 kasus di 30 Januari (2022)," jelasnya.

Dia melanjutkan, penambahan kasus baru Covid-19 juga mengalami kenaikan 2.248 persen, yakni dari 529 kasus pada 9 Januari 2022 menjadi 12.422 kasus pada 30 Januari 2022.

"Sekali lagi, hati-hati kita dalam menyikapi ini," tegas Jokowi.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved