Sabtu, 18 April 2026

Varian Omicron

Kepala Dinas Kesehatan DKI Sebut Pasien Varian Omicron Bisa Isoman di Rumah

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan pasien Covid-19 varian Omicron bisa menjalankan isoman di rumah jika gejala ringan.

Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti menyatakan pasien Omicron bisa menjalani isoman di rumah, karena virus Covid-19 jenis ini tak terlalu berbahaya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti menyebut bahwa pasien Covid-19 varian Omicron diizinkan melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Hal tersebut lantaran varian Omicron tidak lebih ganas daripada varian Delta.

"Seperti dalam pemberitaan dan jurnal-jurnal yang ada, varian Omicron tidak seberbahaya Delta. Sehingga atas regulasi baru dari Kemenkes untuk asintomatis dan ringan bisa isoman sudah disiapkan telemedicine," ucap Widyastuti di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (27/1/2022) malam.

Baca juga: Tuding Ada Provokator, Kuasa Hukum Edy Mulyadi: Orang Jakarta Biasa Ngomong Tempat Jin Buang Anak

Ia juga menuturkan bahwa, akan berkerjasama dengan pihak terkait untuk memantau pasien yang melakukan isoman.

"Tentu kami kerja sama antara telemedicine dengan teman-teman di puskesmas dan satgas dari tingkat RT menjadi penting untuk bersama-sama menjaga," jelasnya.

"Diinfokan bahwa Omicron tidak seberat varian lain dan tidak langsung mengenai paru-paru. Ini gejalanya lebih ringan, dengan harapan istirahat yang cukup, memenuhi prokes dan vaksin, seandainya kena itu akan ringan saja, Insya Allah sembuh," ujarnya.

Sebelumnya, Widyastuti menyebut bahwa kasus aktif Covid-19 yang tengah mengalami peningkatan di Ibu Kota didominasi oleh transmisi lokal.

Baca juga: Ini Alasan Edy Mulyadi Mangkir Panggilan Bareskrim Polri Terkait Dugaan Hina Kalimantan

Anak buah Anies Baswedan ini juga menuturkan bahwa pada mulanya kasus Covid-19 di DKI Jakarta mayoritas dari para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), tetapi lambat laun rasionya berbalik menjadi didominasi oleh tranmisi lokal.

"Memang sudah terjadi pergeseran yang awalnya rasio pelaku PPLN dan yang memang lokal itu awalnya kan tingginya di PPLN-nya. Saat ini sudah rasionya terbalik jadi sudah semakin banyak adalah (transmisi) lokal," jelas Widyastuti.

Namun, Widyastuti juga mengungkapkan bahwa peningkatan kasus di Ibu Kota belakangan ini belum bisa dipastikan dampak dari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Baca juga: Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Tutup Sementara Akibat Banyak Pegawai yang Terpapar Virus Covid-19

Lantaran, hingga saat ini pihaknya masih menelusuri terkait hal tersebut.

"Ya, belum bisa dipastikan apakah itu efek apa, tentu perlu pendalaman," tambah dia.

Kendati demikian, meski varian Omicron tidak lebih ganas daripada varian Delta. Namun, dirinya tetap mengimbau masyarakat DKI khususnya agar tidak abai terhadap protokol kesehatan.

Baca juga: Indra Bekti Ketakutan Diajak Ruben Onsu Datangi Tempat Mistis yang Menyeramkan, Apa yang Dirasakan?

"Bagi masyarakat kami imbau tetep jangan lengah, pandemi belum selesai meskipun Omicron relatif tidak lebih berat jika dibandingkan varian Delta tapi tetap pastikan kalau kita sudah terlindungi dengan satu vaksinasi, yang kedua pastikan prokesnya tetap terjaga, tetap memakai masker, jaga jarak aman, dan seterusnya," tutupnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved