Selasa, 5 Mei 2026

UKI Gelar Webinar Digital Banking, Diana Napitupulu: Cyber Security Harus Diperhatikan

Ikatan Alumni Magister Hukum Universitas Kristen Indonesia dan Prodi Magister Hukum UKI serta DPC Peradi Jakbar menggelar webinar Digital Banking.

Tayang:
istimewa
Pelaksanaan webinar ‘Digital Banking for A Digital Society’, yang dilaksanakan Ikatan Alumni Magister Hukum (IKA MIH) Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Prodi Magister Hukum UKI bekerja sama dengan DPC Peradi Jakarta Barat pada Rabu (26/1/2022). 

"Bank digital murni, boleh tanpa kantor cabang, dan bisa dipercaya orang. Bank digital bisa melayani permasalahan perbankan di aplikasi,” ujarnya.

Sementara, Dosen Prodi Magister Hukum UKI, Dr. Diana Napitupulu, S.H., M.H., MKN., M.Sc, menjelaskan digital bank ada dua klasifikasi yaitu full bank yang bisa memberikan semua layanan perbankan baik, simpanan maupun kredit, dan  Wholesale bank yang melayani layanan korporasi atau non retail

“Dengan adanya digital bank, perbankan dan korporasi besar bisa mengambil alih bank-bank kecil yang modal intinya dibawah  Rp 1 triliun untuk dijadikan bank digital sehingga bisa menyediakan pelayanan satu pintu untuk semua produk layanan industri keuangan,” jelasnya.

Namun Diana mengingatkan bahwa masalah perbankan yang harus disadari adalah resiko IT. “Cyber security juga harus diperhatikan agar bank dapat beroperasi dengan baik," tuturnya.

Saat ini, lanjut Diana, banyak bank digital menggunakan cloud untuk menyimpan data dan ada resiko data diperjualbelikan oleh oknum.

"Bank harus memiliki ahli IT untuk melakukan Data protection, karena Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi belum disahkan dan belum masuk prolegnas. Banyak data pribadi yang bisa diperjualbelikan," tuturnya.

Dosen Prodi Magister Hukum UKI ini juga menambahkan, pentingnya wawasan customer tentang Bank Digital.

"Budaya di dalam bank digital adalah menerapkan pola pikir digital. Harus ada yang memimpin generasi muda yang memiliki talenta IT untuk bersinergi melakukan kegiatan bank digital. Bank Digital dapat bekerja sama dengan industri keuangan non bank lainnya," tambah Diana.

Dia menyarankan agar bank yang lama sebaiknya tetap perlu menggunakan sms banking setelah masuk kedalam platform digital.

Selain itu, Human touch dari call center 24 jam juga tetap perlu agar dapat melayani nasabah yang mungkin kurang melek teknologi sehingga bisa membuat nasabah lebih mudah masuk ke dalam platform digital.

"Banking is need but bank is not, bank sudah menjadi kata kerja," pungkasnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved