Pengelolaan limbah

Tangani Limbah B3, Faskes dan Industri di Jakarta Andalkan Insinerator

Insinerasi merupakan proses pengolahan limbah  yang memanfaatkan energi panas untuk membakar limbah

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/ Fitriyandi Al Fajri
Insinerator milik PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) yang berada di Jalan Raya Narogong, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Selasa (25/1/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM JAKARTA - Fasilitas kesehatan dan industri di DKI Jakarta dan sekitarnya masih mengandalkan alat penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang ramah lingkungan.

Seperti pengelolaan limbah dilakukan PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) yang berada di Jalan Raya Narogong, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Presiden Direktur PT PPLI Yoshiaki Chida mengatakan, pihaknya telah membangun insinerator sebagai solusi penanganan limbah B3.

Insinerasi merupakan proses pengolahan limbah  yang memanfaatkan energi panas untuk membakar limbah yang dilakukan secara terkendali pada suhu tinggi dalam suatu alat tertutup.

Tingkat efisiensi pembakarannya dan penghilangan penghancuran mencapai 99 persen untuk konstituen organik berbahaya (POHCs), sebagaimana dikonfirmasi oleh uji coba pembakaran atau trial burn test (TBT).

“Untuk investasi pembangunan insinerator ini sekitar Rp 300 miliar di lahan kurang lebih 53 hektar,” kata Yoshiaki pada Selasa (25/1/2022).

Yoshiaki menjelaskan, jenis-jenis limbah yang dapat dikelola mulai dari bekas medis dari fasilitas kesehatan; limbah organik yang dapat terbakar seperti, oil sludge, paint sludge, used rags; limbah berbahan plastik; bahan dan produk kedaluwarsa; lumpur bekas pengeboran; sludge IPAL industri; bahan kimia kedaluwarsa dan sisa sampel lembaga riset; serta limbah-limbah yang pemusnahannya disarankan dengan pembakaran seperti limbah pestisida.

“Kami memiliki fasilitas modern yang ramah lingkungan dengan kapasitas pemusnahan limbah B3 mencapai 50 ton per hari,” ujarnya.

Sales and Marketing Direktor PPLI, Machmud Badres mengatakan limbah B3 di Jakarta dan sekitarnya masih ditangani di satu lokasi yang sama di Desa Nambo.

Jarak lokasi yang masih terjangkau, membuat limbah B3 dari Jakarta dan sekitarnya kerap dikelola di lokasi tersebut.

“Kami praktis karena fasilitas penimbunan ini satu-satunya yang baru ada di Indonesia. Maka kami menerima limbah itu dari seluruh Indonesia, tapi memang karena ongkos logistik masih menjadi beban, makanya kami melayani mergerity wilayah Jawa Barat. Untuk Jakarta masih kami cover di Cileungsi ini karena jarak (terjangkau),” kata Badres.

Sementara itu Direktur Pengelolaan Bahan Berbahaya Beracun (B3) pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI Sayid Muhadhar berharap, PT PPLJ dapat membangun fasilitas serupa di lokasi-lokasi lain di Indonesia.

Kata dia, semakin dekat fasilitas tersebut dengan sumber penghasil limbah, dapat menekan biaya pengangkutan.

Baca juga: Kerjasama Dengan Alfamart dan PlasticPay, Danone Aqua Luncurkan Mesin Pengelola Limbah Plastik

“Harapannya biaya penanganan limbah B3 ini bisa semakin murah. Apalagi, saat ini pemerintah sedang giat-giatnya mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kawasan-kawasan industri,” kata Sayid.

Berdasarkan data di Kementerian KLHK RI, kata dia, setidaknya ada 60 juta ton limbah yang harus ditangani. Dia menilai, pihak terkait memiliki kesempatan yang besar dalam pengelolaan limbah industri B3.

“Kesempatan ini masih besar sekali yang bisa dilakukan di Indonesia dan dapat mendorong sirkular ekonomi. Kami juga berharap, jangan ada penularan Covid-19 karena limbah tidak ditangani dengan baik,” ujar Sayid.

Sebagai informasi, PPLI merupakan perusahaan Indonesia yang telah beroperasi sejak tahun 1994 dengan menyediakan jasa pengumpulan, daur ulang, pengolahan dan pembuangan limbah B3 dan limbah non B3.

PPLI dimiliki 95 persen oleh Dowa Eco-System Co, Ltd asal Jepang dan lima persen oleh pemerintah Indonesia melalui PT Perusahaan Pengelolaan Aset (Persero). 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved