Perpustakaan

Perpustakaan Punya Daya Dukung Meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda

Perpustakaan Nasional maupun perpustakaan daerah memiliki daya dukung untuk meningkatkan IPP

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Agus Himawan
istimewa
Kepala Perpustakaan Nasional (RI), Muhammad Syarif Bando meresmikan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Kabupaten Gunungkidul, DI. Yogyakarta, Selasa (25/1/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perpustakaan memiliki daya dukung untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP).

Menurut Anggota Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, pada tahun 2020, IPP secara nasional turun menjadi 51.00.

"Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang berdampak pada salah satu sektor domain IPP, yakni sektor kesempatan kerja," kata My Esti dalam Talkshow dengan tema 'Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional', yang berlangsung secara hybrid (offline/online), Selasa (25/1/2022).

Ia memaparkan, di tahun 2020 IPP nasional turun. Hal ini  dimungkinkan karena saat itu kita terserang pandemi Covid-19. 

Di mana kesempatan bekerja, para buruh yang ada di perusahaan mengalami penurunan kesempatan kerja, termasuk dirumahkan. 

Sesungguhnya dengan modal SDM dan situasi pandemi saat ini, justru membuka ruang kesempatan kerja.

"Karena Perpusnas (Perpustakaan Nasional) maupun perpustakaan daerah memiliki daya dukung untuk meningkatkan IPP, yang merupakan salah satu kunci indikator keberhasilan pembangunan nasional kita melalui peningkatan SDM," katanya.

My Esti mencontohkan, banyaknya anak muda yang meningkatkan perekonomian dengan menjadi YouTuber, maupun berwirausaha dengan memanfaatkan berbagai ruang di marketplace.

"Saya mohon ada ruang-ruang di perpustakaan daerah dengan membuat kegiatan yang menarik anak muda, seperti bedah buku cara promosi lewat media online," katanya.

Dan acara talkshow tersebut, merupakan bagian dari peresmian Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Pembangunan gedung yang baru ini bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) fisik bidang pendidikan subbidang perpustakaan senilai Rp10 miliar yang dikucurkan pemerintah pusat.

Kepala Perpustakaan Nasional (RI), Muhammad Syarif Bando mengatakan, kehadiran perpustakaan merupakan wujud dari keberpihakan pemerintah pusat dalam menyiapkan insfrastruktur pelayanan dasar. 

Selain itu, hal ini merupakan upaya mempercepat capaian target nasional dalam mendukung peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Baca juga: Perpustakaan Diharapkan Jadi Tempat Proses Belajar Guna Ciptakan Inovasi dan Kreativitas Masyarakat

"Bangunan tiga lantai ini merupakan suatu monumental untuk Kabupaten Gunungkidul, dalam mempercepat agenda nasional dalam rangka meningkatkan kualitas SDM," ujar Syarif Bando.

Ia menambahkan, masyarakat Indonesia masih terkendala oleh bahan bacaan yang terbatas. 

Hal ini berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Perpusnas di 34 Provinsi dan 220 Kabupaten/Kota pada tahun 2019. 

Kajian menunjukkan bahwa satu buku ditunggu 90 orang. Padahal standar yang ditetapkan UNESCO, idealnya, setiap orang, ada tiga buku baru per tahun.

Untuk itu, pihaknya mendorong para ilmuwan dan akademisi agar ilmu yang dimiliki dapat dituangkan dalam penulisan. Karena, masyarakat memerlukan buku-buku ilmu terapan.

"Di sini, kita menjadi penggerak untuk mendorong masyarakat agar mempercayai bahwa transfer ilmu pengetahuan, dari teori dan praktik, hanya satu jalannya yakni membaca," katanya

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved