Rabu, 22 April 2026

Pekerja Anak

KPAI Prihatin Selama Pandemi Virus Corona Pekerja Anak Meningkat

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memiliki data mengejutkan. Selama pandemi virus corona ini jumlah pekerja anak melonjak.

Editor: Valentino Verry
kompas.com
Ilustrasi - KPAI mencatat peningkatan pekerja anak selama pandemi virus corona. Ini bukti dari kehancuran ekonomi Indonesia, yang berakibat pada pemberdayaan anak untuk bekerja membantu ekonomi keluarga. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pandemi virus corona berdampak luar biasa pada kehidupan manusia, mulai dari ekonomi, sosial hingga kesehatan.

Untuk sektor ekonomi tentu jelas, pembatasan kegiatan memukul dunia usaha, yang akhirnya melahirkan banyak pengangguran baru.

Akibatnya, segala cara digunakan manusia untuk bertahan hidup, salah satunya memberdayakan anak sebagai pekerja.

Ini dibuktikan oleh survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Baca juga: Jelang Persija Vs Persita, Maman Abdurahman: Tim Baik-baik Saja Meski Ada Pergantian Pelatih

Selama tiga tahun terakhir KPAI mencatat angka pekerja anak mengalami peningkatan.

Data tahun 2020, peningkatan pekerja anak terjadi di usia 10 sampai 12 tahun dan 10 sampai 14 tahun.

"Maraknya eksploitasi ekonomi berkorelasi terhadap meningkatnya pekerjaan terburuk bagi anak (PBTA)," ujar Ketua KPAI, Susanto dalam konferensi pers virtual catatan hasil pengawasan KPAI 2021, Senin (24/1/2022).

Sementara terkait eksploitasi seksual dan TPPO, Susanto mengungkapkan ada fluktuasi jumlah dan kompleksitas kasus.

Baca juga: Lansia yang Tewas Dikeroyok Massa di Cakung, Dikenal Royal dan Ramah

KPAI, kata Susanto, meminta agar gugus tugas TPPO bekerja maksimal agar anak-anak dapat terlindungi.

"Mendorong gugus tugas TPPO bekerja lebih optimal," ucap Susanto.

Selain itu, Susanto meminta pemerintah mengoptimalkan pengawasan perlindungan anak dari trafficking.

"Terutama aktivitas anak di dunia siber mengingat kasus-kasus perdagangan orangsaat ini banyak berbasis," pungkas Susanto. 

Baca juga: Giring Dituding Tak Paham soal Status Lahan Kampung Bayam Milik KAI

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pekerja anak atau eksploitasi anak masih menjadi salah satu persoalan dunia yang tak kunjung tuntas.

"Pemerintah berkomitmen dan mendukung penuh kampanye penghapusan pekerja anak," katanya.

Dalam catatannya, saat ini ada 160 juta pekerja anak di seluruh dunia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved