Lansia yang Tewas Dikeroyok Massa di Cakung, Dikenal Royal dan Ramah
Yono menuturkan almarhum mengalami gangguan pendengaran dalam beberapa tahun terakhir, tetapi masih dapat mengemudikan mobil secara baik.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Wiyanto Halim (89), seorang pria lanjut usia (lansia) yang tewas usai dikeroyok massa di Cakung, Jakarta Timur, dikenal sebagai sosok yang royal serta ramah.
Hal itu diungkapkan Yono (53), tetangga almarhum saat ditemui di Komplek Kalibata Baru, Jalan Rawajati Timur X, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (24/1/2022) petang.
Ia mengatakan hubungan almarhum dengan tetangga di lingkungan sekitar rumah begitu akrab.
"Orangnya di lingkungan sini paling baik. Paling baik. Termasuk sama sekuriti orangnya paling baik. Royal dan ramah juga," ujarnya.
Yono menuturkan almarhum mengalami gangguan pendengaran dalam beberapa tahun terakhir, tetapi masih dapat mengemudikan mobil secara baik.
Selain itu, almarhum merupakan seorang pensiunan, yang mana di saat masa pensiun lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengurus tanah.
Baca juga: Crown Textile and Tailor Hadir di Jakarta, Beri Harga Spesial bagi Desainer dan Pengusaha Muda
Baca juga: Putri Marino Sewot Tak Diajak Chicco Jerikho Nonton Film, Mirip Kinan Marahi Aris di Layangan Putus
"Pendengarannya kurang, tapi nyetir masih jago. Lalu beliau pensiunan ya. Pensiun apa saya nggak tahu. Terakhir urus tanah aja, tanahnya di mana-mana," kata Yono.
Yono tak menyangka almarhum meninggal dunia dalam kondisi seperti itu.
Pasalnya, ia mengenal sosok almarhum tidak mungkin melakukan pencurian mobil, seperti yang dituduhkan.
"Nggak tega saya. Kasihan. Nggak tega. Semuanya di sini nggak tega. Saya nggak percaya beliau seperti itu. Semua orang nggak percaya," tuturnya.
Baca juga: Giring Dituding Tak Paham soal Status Lahan Kampung Bayam Milik KAI
Baca juga: Wasekjen PKS Nilai Pernyataan Edy Mulyadi soal Stigma Kalimantan Kurang Etis
"Udah lama (kenal almarhum) sih, termasuk supirnya. Dulu kan supirnya saudara sama saya. Tapi udah keluar. Saya di sini sudah dari tahun 90an," lanjut Yono.
Lebih lanjut, ia berharap pelaku pengeroyokan dapat ditangkap dalam waktu dekat.
"Semoga pelaku tertangkap. Korban orangnya baik kok sampai begitu amat kaya gitu," kata Yono.
Diketahui, 14 saksi yang diduga terlibat pengeroyokan sudah diamankan polisi. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka.
Baca juga: Seorang Pemuda Diduga Dibunuh Rekannya Sendiri, Disekap di Kamar Mandi Dengan Kaki dan Tangan Diikat
Baca juga: Vaksinasi Booster yang Digelar BIN Menyasar Lansia Riau
Polisi masih menggali keterangan saksi lainnya dan dipastikan tersangka akan bertambah seiring pemeriksaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/suasana-lingkungan-rumah-lansia-yangtewas-usai-dikeroyok-massa.jpg)