Ibu Kota Pindah

PKS: Edy Mulyadi Pernah Jadi Caleg pada Pemilu 2019 tapi Setelah Itu Tidak Aktif di Kepengurusan

Mabruri menjelaskan, Edy Mulyadi memang pernah menjadi caleg PKS pada Pemilu 2019.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews.com
Juru bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Mabruri menyatakan, pernyataan Edy Mulyadi tentang Kalimantan tidak ada sangkut pautnya dengan PKS. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Juru bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Mabruri menyatakan, pernyataan Edy Mulyadi tentang Kalimantan tidak ada sangkut pautnya dengan PKS.

Mabruri menjelaskan, Edy Mulyadi memang pernah menjadi caleg PKS pada Pemilu 2019.

Namun setelah proses pemilu usai, hingga kini Edy Mulyadi tidak aktif di struktur level manapun, dan bukan pejabat struktur PKS.

Baca juga: Khatib Jumat Diminta Masukkan Nilai Moderasi dalam Materi Khotbah, Ajak Umat Tak Jelekkan Agama Lain

"Yang bersangkutan pernah jadi caleg pada 2019 lalu, tapi setelah itu tidak aktif di kepengurusan PKS," kata Mabruri saat dikonfirmasi Tribun, Senin (24/1/2022).

Mabruri kembali menegaskan pernyataan Edy tentang Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan dan Prabowo, tidak ada sangkut pautnya dengan PKS.

Dia menyatakan seluruh sikap resmi PKS disampaikan Juru Bicara Resmi DPP PKS dan juga Anggota Fraksi PKS DPR.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 23 Januari 2022: 2.925 Orang Positif, 712 Pasien Sembuh, 14 Meninggal

"Sikap resmi PKS bisa dilihat secara utuh di website dan media sosial resmi PKS," ucapnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video di channel YouTube Mimbar Tube, di mana Edy Mulyadi menjadi salah satu tokoh yang menolak perpindahan IKN ke Kalimantan Timur.

Video itu lantas viral ketika momen Edy Mulyadi mengkritik lahan IKN tak strategis dan tidak cocok untuk berinvestasi.

Baca juga: Ketua DPP Partai Golkar: Airlangga Hartarto Tidak Punya Dosa Politik yang Melukai Hati Rakyat

"Bisa memahami enggak? Ini ada tempat elite punya sendiri yang harganya mahal, punya gedung sendirian, lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak," ucap Edy dalam video di channel YouTube Mimbar Tube.

"Pasarnya siapa? Kalau pasarnya kuntilanak, genderuwo, ngapain bangun di sana?" ujarnya.

Tribunnews telah menghubungi Edy Mulyadi untuk meminta tanggapan terkait kecaman masyarakat Kaltim atas ucapannya terkait IKN.

Namun, hingga berita ini dinaikkan, Edy belum ada balasan atau tanggapan terkait ucapannya terkait kritik perpindahan IKN. (Chaerul Umam)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved