Khatib Jumat Diminta Masukkan Nilai Moderasi dalam Materi Khotbah, Ajak Umat Tak Jelekkan Agama Lain

Menurut Syamsul, khatib memiliki peran penting dalam menyebarkan konsep moderasi beragama.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive.com
Syamsul Bahri , Direktur Penerangan Agama Islam Bimas Islam Kementerian Agama mengungkapkan, para khatib Jumat memiliki otoritas menyebarkan konsep moderasi beragama pada materi khotbahnya. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Syamsul Bahri , Direktur Penerangan Agama Islam Bimas Islam Kementerian Agama mengungkapkan, para khatib Jumat memiliki otoritas menyebarkan konsep moderasi beragama pada materi khotbahnya.

Menurut Syamsul, khatib memiliki peran penting dalam menyebarkan konsep moderasi beragama.

"Dakwah itu perlu diberikan rambu-rambu agar sesuai ajaran Alquran dan Sunah."

Baca juga: Kompolnas Bilang Pejabat Boleh Pakai Pelat Nomor Dinas Polisi,Termasuk Anggota DPR?

"Jadi di sinilah pentingnya peran khatib dalam menyampaikan konsep moderasi beragama kepada jemaah Salat Jumat,” ujar Syamsul melalui keterangan tertulis, Minggu (23/1/2022).

Langkah ini dilakukan untuk menghindari pemikiran dan perilaku yang mencederai persaudaraan dalam beragama, berbangsa, dan kemanusiaan.

Syamsul menilai khatib Jumat memiliki peran yang sangat efektif dalam meredam hoaks, ujaran kebencian, dan adu domba antar-sesama elemen bangsa.

Baca juga: Bentrok Satgas Damai Cartenz dan KKB di Pegunungan Bintang Papua, Satu Polisi Tertembak di Dada

Materi khotbah Jumat, kata Syamsul, harus benar-benar memberi pencerahan dan tidak menimbulkan kebencian kepada kelompok lain.

“Khatib harus mengajak kepada kemasalahatan umat, menghargai kelompok lain, serta tidak menjelek-jelekan paham atau agama lain,” tuturnya.

Ia mengajak para khatib dan pengurus masjid, khususnya para dai, agar benar-benar mencermati materi dakwah yang mementingkan akhlak supaya tujuan dakwah tercapai.

Baca juga: Gara-gara Arteria Dahlan, Suara PDIP di Jawa Barat Diprediksi Terjun Payung pada Pileg 2024

“Islam selalu menawarkan dialog dan toleransi dalam bentuk saling menghormati, bukan memaksa."

"Sehingga nilai moderasi beragama sangat penting diintegrasikan ke dalam materi khotbah Jumat,” paparnya. (Fahdi Fahlevi)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved