OTT KPK

Boyamin Saiman: KPK Sekarang Tidak Bermutu, Cuma Tangkap Bupati Receh

Dia menilai, operasi senyap yang belakangan ini dilakukan oleh KPK, hanya untuk menggambarkan lembaga antirasuah itu sedang bekerja.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyoroti gencarnya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di awal 2022. 

Dirinya lantas membandingkan hasil OTT yang dilakukan oleh 57 eks pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan untuk menjadi ASN.

Baca juga: Epidemiolog Nilai Indonesia Telat Tangani Lonjakan Kasus Omicron, tapi Masih Bisa Minimalkan Dampak

Pada era tersebut, kata Boyamin, Novel Baswedan dkk berhasil mengungkap pemufakatan jahat yang dilakukan oleh dua eks menteri, yakni Juliari Peter Batubara dan Edhy Prabowo.

"Jadi pada posisi tertentu kita sangat berharap KPK mulai sadar untuk menerapkan fungsi pencegahan dan penindakan yang lebih berkelas itu," ucap Boyamin.

Atas hal itu, dirinya beranggapan kualitas kerja KPK dalam upaya memberangus korupsi di Tanah Air saat ini menurun.

Baca juga: Disanksi Usai Minta Kajati Berbahasa Sunda Dipecat, Arteria: Saya Mungkin akan Kerja dalam Hening

Dirinya bahkan mengatakan, KPK saat ini hanya mampu melakukan pemberantasan pada perkara receh sekelas bupati.

"Kalau dulu sampai level menteri itu produk 57 orang yang tidak lulus wawasan kebangsaan."

"Habis itu hanya bupati-bupati receh dan hanya miliaran itu rugi, dengan perbandingan Kejaksaan Agung yang sampai puluhan triliun, vonisnya juga mulai bergerak, ratingnya baik, maka ini sangat disayangkan," beber Boyamin. (Rizki Sandi Saputra)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved