Polri Gelar Operasi Damai Cartenz dan Rasaka Cartenz di Papua, Ini Bedanya
Operasi Rasaka Cartenz akan dimulai pada 3 Februari 2022. Operasi ini akan berjalan beriringan dengan Operasi Damai Cartenz.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Polri tak hanya menggelar Operasi Damai Cartenz di Papua, tapi juga Operasi Rastara Samara Kasih (Rasaka) Cartenz.
Operasi Rasaka Cartenz akan dimulai pada 3 Februari 2022.
Operasi ini akan berjalan beriringan dengan Operasi Damai Cartenz.
Baca juga: Kasus Omicron di Indonesia Tambah Jadi 882 Orang, Paling Banyak Impor dari Arab Saudi
"Sedangkan Operasi Rasaka akan digelar pada tanggal 3 Februari hingga 31 Desember 2022."
"Operasi ini berjalan sama-sama."
"Tentunya diawaki personel yang berbeda," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (19/1/2022).
Baca juga: OTT di Pengadilan Negeri Surabaya, KPK Ciduk Hakim, Panitera, dan Pengacara
Ramadhan menjelaskan, Operasi Rasaka Cartenz terdiri dari personel yang berasal dari polda hingga polres di Papua.
Terdapat pula perbedaan wilayah cakupan kedua operasi tersebut.
"Operasi Rasaka Cartenz ini operasi kewilayahan, personelnya hanya dari Polri, Polda Papua dan polres, di situ letak perbedaannya."
Baca juga: Ini Wajah Hakim PN Surabaya yang Diciduk KPK, Diduga Terima Suap Pengurusan Perkara
"Kemudian wilayah operasi, kalau Operasi Damai Cartenz wilayah operasi di lima polres."
"Wilayahnya Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Nduga, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak Ilaga."
"Kenapa wilayah ini? Dari data statistik, lima wilayah yang kekerasan oleh KKB. Sedangkan Operasi Rasaka ada 23 wilayah Polres," bebernya.
Baca juga: Polri Benarkan Mobil Bernopol 4196-07 Punya Arteria Dahlan, kenapa Ada Lima Kendaraan Berpelat Sama?
Kedua operasi itu nantinya juga berbeda pendekatan dalam penegakan hukum.
Operasi Damai Rasaka Cartenz hanya bergerak dengan cara persuasif dan preventif.
"Kalau Operasi Damai Cartenz walaupun kedepankan fungsi pembinaan masyarakat, intel dan hubungan masyarakat didukung oleh satgas penegakan hukum."
"Sedangkan Rasaka, pure hanya didukung oleh persuasif dan preventif, yang tidak ada satgas penegakan hukum," terang Ramadhan. (Igman Ibrahim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160703-topi-polisi_20160703_114803.jpg)