Riano Kesal Pasar Tanah Abang Disebut Poco-Poco Oleh Hasto PDIP
Karenanya Riano meminta Hasto untuk tidak asal bunyi (asbun) terkait kondisi Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat yang disebut semakin macet.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Budi Sam Law Malau
“Alhamdulillah, sekarang sudah bagus, warga nggak capek-capek lagi berdesakan, karena dari stasiun warga mudah mengakses tujuannya, sudah tertata rapi,” tambahnya.
Begitu juga, kata dia, ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang biasanya mangkal di Jalan Jagibaru Raya kini dipindahkan ke kios-kios di Skybridge oleh Pemprov DKI.
Mereka yang sehari-hari mencari nafkah di kawasan Tanah Abang, menurut Riano, kini tidak perlu lagi takut dikejar-kejar oleh Satpol PP.
Baca juga: Dilaporkan ke KPK terkait Dugaan KKN, Gibran Rahabuming Siap Diperiksa: Kalau Salah, Kami Siap!
Baca juga: Pasar Tanah Abang Disebut Bak Poco-Poco, Wagub DKI: Itu Pasar Kebanggaan Kita
“Ada 446 kios di Skybridge yang disediakan untuk menampung PKL. Mareka tidak dipukul seperti sebelumnya, tapi oleh Pak Anies dirangkul,” ungkap Riano.
“Jadi, saya melihat ini terobosan dengan melakukan relokasi pedagang kaki lima yang tadinya di bawah (jalan) dipindah ke atas. Ini kan terobosan Pak Anies, bukan sekadar komen dari jauh. Jadi kalau dibilang macet tak tertata, lihat aja ke lokasi, turun ke lapangan dulu baru ngomong. Malu nanti dianggap orang asbun,” ucapnya.
Seperti diketahui, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengkritik kondisi Pasar Tanah Abang yang semrawut.
Hal itu diungkapkan Hasto saat disinggung soal sosok yang bakal diajukan PDI Perjuangan dalam ajang Pilkada DKI 2024 mendatang.
Baca juga: Roger Danuarta dan Cut Meyriska Ingat Masa Setelah Nikah Saat Main Bareng Film Ada Mertua di Rumahku
Baca juga: Marsha Timothy Akting dengan Vino Bastian di Serial Menolak Talak, Mengapa Amati Tugas Pengacara?
Kata Hasto, PDI Perjuangan telah meminta kadernya yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat untuk merumuskan skala prioritas bagi warga Jakarta.
Hal ini berkaca pada pengalaman Djarot yang pernah mengemban amanah sebagai orang nomor satu di Jakarta.
Dia menyebut, Djarot mengibaratkan kondisi Jakarta saat ini selayaknya senam poco-poco. Hal ini terlihat dari kondisi aktivias di Pasar Tanah Abang yang kian semrawut.
“Pak Djarot melihat ini kok rasanya seperti poco-poco juga, maju mundur Tanah Abang dulu sudah beres Tanah Abang tidak macet. Tiba-tiba ganti pemimpin, Tanah Abang menjadi macet, Tanah Abang menjadi berubah,” ujar Hasto. (faf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pasar-tanah-abang-padat1.jpg)