Kamis, 9 April 2026

Riano Kesal Pasar Tanah Abang Disebut Poco-Poco Oleh Hasto PDIP

Karenanya Riano meminta Hasto untuk tidak asal bunyi (asbun) terkait kondisi Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat yang disebut semakin macet.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Kemacetan lalu lintas dan kesemrawutan di Pasar Tanah Abang, akhir pekan ini, Sabtu (18/5/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Riano P Ahmad mengaku kesal dengan pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto soal Pasar Tanah Abang yang disebut bak poco-poco.

Pengawas pemerintah daerah itu mengatakan bahwa pernyataan Hasto tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Karenanya Riano meminta Hasto untuk tidak asal bunyi (asbun) terkait kondisi Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat yang disebut semakin macet.

Bahkan Hasto mengibaratkan Tanah Abang seperti poco-poco semenjak bergantinya pemimpin di DKI Jakarta.

“Kalau saya lihat, dia (Hasto) bilang maju-mundur macet lagi itu asal bunyi, karena nggak lihat secara langsung. Saya ini lahir besar di Tanah Abang, jadi saya tahu,” kata Riano pada Senin (10/1/2022).

“Jangan bapak itu dapat laporan ABS (asal bapak senang) doang. Kalau Tanah Abang dikatakan macet, dimana? Kita survei langsung aja bareng,” tantang Riano.

Anggota Fraksi PAN DKI itu menegaskan, bahwa selama ini tidak ada macet di kawasan Tanah Abang. apalagi selama dua tahun terakhir Jakarta dihantam pandemi Covid-19.

Baca juga: Mengaku Masih Jomlo dan Santai Cari Pacar, Yoriko Angeline: Aku Sabar Sampai Dapat yang Terbaik

Baca juga: Pemkot Tangerang Pastikan Gelar Vaksinasi Booster Mulai 12 Januari 

Baca juga: Pasar Tanah Abang Disebut Bak Poco-Poco, Wagub DKI: Itu Pasar Kebanggaan Kita

“Karena Covid banyak kios di Tanah Abang tutup, banyak juga para pedagang yang akhirnya ngontrak tidak buka lagi usahanya. Jadi kalau dibilang sekarang ini macet, dimana? Jangan katanya-katanya dong,” ketusnya.

Riano mengimbau Hasto sebaiknya turun dan melihat langsung ke Tanah Abang.

Dia juga meminta politikus PDIP itu jangan duduk-duduk di kantor yang dilengkapi dengan alat pendingin ruangan (AC), lalu berkomentar tanpa tahu kondisi riil di lapangan.

Dia juga meminta Tanah Abang tidak dijadikan alat politisasi, sebab, Riano yang sehari-hari mengaku melintas di Tanah Abang menilai justru ada banyak kemajuan selama kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca juga: Doddy Sudrajat Ngotot Pindahkan Makam Vanessa Angel Agar Satu Liang dengan Mendiang Ibunya, Mengapa?

Baca juga: Marsha Timothy Akting dengan Vino Bastian di Serial Menolak Talak, Mengapa Amati Tugas Pengacara?

Dia kemudian menyebut salah satu terobosan Anies adalah membangun Jembatan Penyeberangan Multiguna Tanah Abang atau Skybridge, yang bisa menghubungkan sejumlah titik strategis di kawasan tersebut.

Saat ini warga yang turun dari Stasiun Tanah Abang langsung terhubung dengan ruas jalan baru Skybridge dan terhubung langsung dengan Halte Jak Lingko, Jalan Jati Baru, Halte Transjakarta, Blok F dan Blok G Tanah Abang.

Hal ini sangat berbeda dengan kepemimpinan sebelumnya yang pernah diisi Basuki Tjahaja Purnama maupun Djarot Saiful Hidayat.

Baca juga: Total Realisasi Pendapatan APBD Provinsi Jateng Tahun 2021 Capai 99,18 Persen dari Target

Baca juga: Dilaporkan ke KPK terkait Dugaan KKN, Gibran Rahabuming Siap Diperiksa: Kalau Salah, Kami Siap!

“Di masa lalu, orang kalau keluar stasiun kesulitan mengakses tempat yang dituju. Kesulitan ini dipicu banyak hal. Mulai dari kemacetan lalu lintas, kesemrawutan pedagang kaki lima, hingga kendaraan yang lalu lalang dengan kecepatan tinggi,” ucapnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved